Manado, SULUTREVIEW
Sejumlah delegasi yang mengikuti event Archipelagic and Island States (AIS) Forum 2019 yang dirangkaikan dengan Startup and Business Summit 2019 mengungkapkan kekagumannya pada view pantai Teluk Manado.
Menurut mereka pariwisata bahari yang ada di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) sangat menakjubkan.
Salah satu delegasi dari Maldives yakni Menteri Pariwisata, Ahmed Salih menyatakan pantai Manado sangat indah.
Menurutnya, keindahan Sulawesi Utara tidak kalah cantiknya dengan Malidives. “View lautnya sangat cantik, makanya pada tahun depan saya akan datang lagi,” ujarnya di sesi wawancara bersama wartawan, Kamis (31/10/2019).
Ahmed secara khusus memberikan kiat mengapa pantai Maldives sangat digandrungi orang. Kuncinya, kata dia adalah menjaga kebersihan pantai dari sampah. “Jangan biarkan sampah mengotori laut. Jagalah kebersihannya. Jangan gunakan plastik yang hanya akan merusak kelangsungan ekosistem. Ramahlah kepada setiap wisatawan,” sebut Ahmed.
Di sisi lain, Ahmed juga menyampaikan kalau saat ini Pemerintah Maldives memberikan batasan pada wisatawan. Khususnya pada wisatawan kelas menengah atas.
Senada disampaikan Catarina Taborda yang adalah Sekretary of State of Tourism and Handycraft Guinea Bissau-Afrika Barat, bahwa pelaksanaan AIS Forum 2019, menjadi tonggak sejarah dari negara-negara yang memiliki wilayah kepulauan untuk mencegahnya dari dampak global warming.
“Cintailah lingkungan, jangan gunakan plastik yang dapat merusak kelangsungan alam,” tukasnya sembari menambahkan sangat senang melihat view pantai Kota Manado. “Pemandangan pantai yang menakjubkan,” tandasnya.
Sementara itu, perwakilan dari UN-WTO Mr Wang mengatakan bahwa Indonesia merupakan negara yang sangat penting dalam konteks penyelamatan global warming. Di mana Indonesia memiliki 17 ribu pulau.
“Saat ini dunia menghadapi masalah besar, yakni climate change dan global warming ataubkenaikan suhu. Mari kita jaga bersama laut kita, stop gunakan plastik yang tinggi risikonya. Juga gunakan air dengan bijak dan bertanggung jawab,” tandasnya.
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey menyatakan apresiasinya kepada seluruh delegasi yang telah hadir.
“Saya sebagai gubernur bangga, karena Sulut lebih dikenal di seluruh negara-negara yang mengikuti event AIS forum. Saya yakin mereka akan menceritakan, sehingga akan kembali lagi. Dan itu akan berdampak pada tourism Sulut,” tukasnya.
Olly menyebut salah satu upaya yang harus dikedepankan adalah melakukan terobosan.
“Kita jangan seperti katak dalam tempurung, tetapi harus membuka akses yang memudahkan, bagi mereka untuk datang. Tidak perlu harus lewat Jakarta, karena jaraknya lebih dekat,” tukasnya sambil menambahkan sejauh ini orientasi Pemprov Sulut adalah mengarah ke Pasifik.
“Kita akan promosikan pariwisata Sulut seluas-luasnya, karena ini akan berdampak. Contohnya saja, seperti saat ini, para delegasi yang datang semula hanya melihat-lihat dulu. Bisa saja selanjutnya mereka akan berinvestasi. Siapkan saja investasi dengan jaminan keamanan dan kenyamanan,” ujarnya.
Terkait rencana kegiatan yang sama yang akan digelar Pemprov Sulut, Olly mengatakan sudah sangat siap.
“Tenaga-tenaga sekarang sudah profesional, jadi intinya Sulut siap jadi tuan rumah. Apalagi nanti AIS akan dihadiri kepala-kepala negara yang akan ikut kegiatan.(eda)






