Ribuan Lahan Dilalap Api, Pemprov Prioritaskan Penanganan Darurat Karhutla

Gubernur saat memimpin rapat koordinasi

Manado, SulutReview.com

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) memberikan prioritas penanganan darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Pasalnya, di tengah cuaca kemarau yang berkepanjangan sudah terdapat ribuan hektar hutan dan lahan yang telah dilalap api.

Berdasarkan laporan yang ada, terdapat delapan daerah yang mengalami karhutla. Antara lain daerah Bolaang Mongondow (Bolmong), yang telah dilalap api diperkirakan mencapai kurang 653 hektar. Kemudian Kabupaten Bolmong Utara sekitar 198 hektar, Kabupaten Minahasa Tenggara kurang lebih 106 hektar dan   Kabupaten Minahasa Utara 271 hektar. Untuk Kota Bitung jalan yang terbakar 70 hektar, sekitar Gunung Klabat kurang lebih 55 hektar dan Kota Manado kurang lebih 40,6 hektar.

Pemprov sendiri sangat serius menyikapinya. Hal itu diungkapkan Gubernur Sulut, Olly Dondokambey yang menyiapkan dana sebesar Rp5 miliar.

Menurut Olly penangananan karhutla berbeda dengan bencana lainnya seperti banjir dan tanah longsor yang dapat diatasi pasca kejadian.

“Tetapi penanganan karhutla tidak harus menunggu adanya bencana baru dana keluar. Kita sudah siapkan dana jadi apa yang dilaporkan adanya kebakaran di kabupaten/kota harus ditindaklanjuti,” ungkapnya dalam rapat koordinasi pengendalian karhutla di ruang CJ Rantung, Senin ( 16/9/2019).

Daerah seperti Bolmong, Minahasa Tenggara, Minahasa Utara, Bitung dan daerah lainnya perlu adanya dukungan dana.

“Karena sperti kita lihat bahwa kejadian di Riau, pemda tidak mendukung. Mereka ragu untuk memanfaatkan dana yang dibebankan dan sudah tertata di APBD. Kita tidak mau seperti itu.  Apalagi karhutla ini sudah membahayakan, menyusul penyampaian BMKG yang mengatakan kemarau akan berlangsung sampai pertengahan Oktober nanti,” jelas Olly sembari menambahkan dana.yang ada dapat mengkover karhutla dengan sharing kabupaten/kota.

Olly juga memerintahkan untuk peningkatan koordinasi, terutama dengan satuan petugas (satgas) yang telah disiapkan.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kehutanan Daerah Provinsi Sulut, Roy Tumiwa mengatakan penanganan karhutla merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Joko Widodo.

“Sulawesi Utara ini ditetapkan sebagai daerah yang mengalami musim kemarau yang berdampak pada kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan. Sehingga hal ini harus dapat secepatnya diantisipasi,” tandasnya.

Menurut Tumiwa dalam laporannya, selain delapan daerah yang sudah mengalami kebakaran, diperkirakan ada daerah lainnya yang juga mengalami hal yang sama.

“Masih ada tujuh kabupaten/kota yang belum mendapatkan laporan terkait dengan kebakaran hutan dan dapat. Kondisi ini, rata-rata penyebabnya adalah ulah manusia sendiri ketika mereka membuka lahan dengan cara membakar. Bahkan membuang puntung rokok sembarangan,” jelasnya.

Sejauh ini, kata Tumiwa karhutla sudah ditangani secara baik.

“Penanganan selama ini dilakukan bersama secara baik. Mulai dari masyarakat setempat, pemerintah desa dan kecamatan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala BNPB Provinsi Sulut Joy Oroh, mengungkapkan, penanganan karhutla sudah disikapi semua unsur. Baik Dinas Kehutanan, Damkar dan LSM.

“Hal ini harus didukung juga dengan penetapan status karhutla sehingga penanganannya akan lebih baik. Yakni mulai dari siaga bencana hingga transisi bencana,” ujarnya.

Akan hal ini, Bupati Bolmong Yasti Supredjo mengatakan karhutla pasti ada pelakunya. “Akibat ulah oknum, saat ini Bolmong ada 27 desa yang diperkirakan mencapai 653 hektar.
Saat ini lahan dan hutan sudah hitam semua. Untuk itu, kami minta agar ada tindak lanjut secara hukum,” tandasnya.

Yasti juga menyampaikan terima kasih karena Pemprov memberikan perhatian pada penanganan karhutla.

Senada disampaikan Bupati Minahasa, Royke Roring bahwa karhutla sudah mencapai 50 kejadian.

“Awalnya bakar sampah, kemudian api terus membesar. Kami sudah menyerahkan hal ini ke pihak kepolisian untuk segera diproses,” tukasnya.

Rakor karhutla ini dihadiri Pangdam XIII Merdeka Mayjen TNI Tiopan Aritonang, Kapolda Sulut Irjen (Pol) Remigius Sigid Tri Hardjanto, Danlanudsri Kolonel Penerbang Johnny Sumaryana dan Sekprov Sulut Edwin Silangen maupun bupati/walikota.(hilda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *