web analytics

BI Sulut Sukseskan FESyar KTI 2019 Banjarmasin

BI Sulut Sukseskan FESyar KTI 2019 Banjarmasin
Kepala Divisi Advisory dan Pengembangan Ekonomi Kantor Perwakilan BI Sulut, Eko Irianto 

MANADO, SULUTREVIEW

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) ikut menyukseskan pelaksanaan Festival Syariah (FESyar) Kawasan Timur Indonesia (KTI) yang digelar di  Banjarmasin Provinsi Kalimantan Selatan tanggal 12-14 September 2019.

Menurut Kepala Divisi Advisory dan Pengembangan Ekonomi Kantor Perwakilan BI Sulut, Eko Irianto  penyelenggaraan FESyar KTI 2019 Banjarmasin adalah puncak rangkaian pelaksanaan kegiatan dari wilayah KTI. Sebut saja, pekan ekonomi syariah pada bulan Ramadan pada Juni 2019 lalu di Maluku. Berikut FESyar road KTI di Makassar Sulawesi Selatan pada tanggal 17 sampai 19 Agustus 2019.

Selanjutnya FESyar road to KTI di Palangkaraya Kalimantan Tengah pada minggu ketiga bulan Agustus 2019. Seminar pengembangan ekonomi syariah di Palu Sulawesi Tengah pada tanggal 22 Agustus 2019 dan kegiatan road to  FESyar di Kendari Sulawesi Tenggara pada tanggal 1 September 2019.

“FESyar KTI 2019 kali ini merupakan perhelatan yang ketiga kalinya. Setelah dua tahun sebelumnya dilaksanakan di Makassar tahun 2017 dan Balikpapan 2018. Dan pada tahun 2019, Kota Seribu Sungai Kalimantan Selatan dipercaya untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan FESyar kawasan Timur Indonesia dengan tema Bergerak Bersama Ekonomi Syariah,” katanya Selasa (10/9/2019).

Penunjukan Kalimantan Selatan sebagai tuan rumah FESyar KTI 2019, sambung Irianto merupakan suatu kehormatan dan sesuai dengan akar sejarah Kalimantan Selatan sebagai salah satu pusat penyebaran Islam di nusantara.

Merujuk pada kajian sejarah Kalimantan Selatan, suku Banjar merupakan suku etnis yang mendiami wilayah Kalimantan Selatan yang berasal dari Melayu merupakan landasan budaya dan identitas komunitas orang Banjar.

“Kehadiran konsep ekonomi syariah di masyarakat Banjar merupakan hal yang tidak asing lagi karena nilai-nilai ajaran Islam yang berkaitan dengan hal tersebut sudah menjadi kebiasaan,” tukasnya.

Dijelaskan Irianto, ekonomi dan keuangan syariah bukan suatu konsep yang secara eksklusif hanya ditujukan untuk umat Islam saja. Ekonomi dan keuangan syariah merupakan sebuah konsep yang inklusif bahkan secara aktif dapat melibatkan seluruh lapisan masyarakat dalam pergerakan roda perekonomian.

Suasana kegiatan FESyar Banjarmasin.

“Ekonomi syariah menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan kemaslahatan kebersamaan dan keseimbangan sebagaimana nilai-nilai kebajikan lainnya, yang kita yakini dalam rangka pengelolaan sumber daya titipan Tuhan.  Nilai-nilai tersebut kemudian diturunkan dalam prinsip dasar ekonomi dan keuangan syariah yang memberikan panduan bagi aktivitas ekonomi,” tandasnya.

Lanjut kata Irianto, ada lima hal yang penting dalam ekonomi syariah, yakni mencegah penumpukan harta,  mendorong pendistribusian harga secara produktif dalam aktivitas perekonomian yang sesuai dengan prinsip syariah. Kemudian mengoptimalkan usaha dengan berbagai imbal hasil dan berbagi risiko secara adil, mendukung transaksi keuangan yang memiliki underlying sektor riil dan tanpa unsur yang meragukan. Dan selanjutnya, mendorong partisipasi sosial untuk kepentingan publik serta menjunjung transaksi muamalah yang transparan dan sepadan.

“Sebuah prinsip dasar ini menunjukkan bahwa Ekonomi keuangan syariah dapat mengatur seluruh kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh masyarakat tanpa memandang suku agama dan ras (SARA). Selain itu untuk mewujudkan ketahanan ekonomi dari grass root level,” tandasnya.

Diketahui, penyelenggaraan FESyar KTI 2019 dijabarkan dalam enam kegiatan yakni seminar dan kuliah umum, talkshow, bedah buku, pentas dan lomba seni serta forum bisnis serta pameran expo dan tabligh akbar.(srv)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply