web analytics

PDI-Perjuangan, Partai Modern Siap Cetak Pemimpin Berkualitas

PDI-Perjuangan, Partai Modern Siap Cetak Pemimpin Berkualitas

Manado, SULUTREVIEW

Perhelatan konferensi cabang (konfercab) dan konverensi daerah (konferda) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan ke V yang dirangkaikan menetapkan dan melantik pengurus tingkat kabupaten/kota se Sulawesi Utara (Sulut), sejatinya adalah jembatan untuk mempersiapkan pemimpin yang berkualitas.

Karena pemimpin bangsa lahir dari partai politik. Partai politik yang menentukan, anggota dewan yang menentukan masa depan bangsa yang memiliki kewenangan membentuk UU maupun Ranperda.

Nah, bagaimana kalau salah dalam membuat kebijakan, UU dan Ranperda apa yang akan kita buat,” ungkap Ketua DPD PDI Perjuangan Sulut Olly Dondokambey, kepada wartawan di Grand Kawanua International Centre (GKIC) Sabtu (20/7/2019).

Olly yang kembali menahkodai PDI Perjuangan hingga 2024 mendatang, yang didampingi Sekretaris Franky Wongkar dan Bendahara Andrei Angouw, kembali mengatakan keberadaan partai politik harus kuat.

“Partai politik harus kuat. Ini bukan sekedar kutu loncat atau apa yah. Jadi masyarakat harus paham betul untuk melihat partai politik yang baik,” tukasnya sambil menambahkan jika sebuah partai politik bobrok maka rakyatlah yang akan dirugikan.

“Kalau partai politiknya bobrok hanya memetingkan kepentingan ketua umumnya dan kelompok-kelompok tertentu, pasti akan dapat pemimpin yang bobrok dan pasti rakyat yang akan dirugikan,” tegas Olly.

Olly kembali menandaskan kegiatan konfercab dan konferda, akan memperlihatkan bahwa PDI Perjuangan sebagai partai modern dan partai pelopor, sangat concern dalam mempersiapkan pemimpin yang berkualitas yang memiliki pemikiran untuk kemajuan bangsa.

“Dengan slogan partai modern dan partai pelopor, dan menurut UU yang menentukan pemimpin bangsa itu adalah partai politik, maka PDI Perjuangan akan mempersiapkannya sejak jauh-jauh hari. Salah satu yang dilakukan adalah dengan membuat data base, yang di dalamnya memaut kompetensi dan karakter setiap kader secara rinci,” ungkap Olly.

Karena itu Olly kembali me-warning jangan ada kader yang main-main, baik di tingkat PAC, DPC maupun DPD. Semuanya harus berjalan sesuai sistem. “Bagi yang melanggarnya maka konsekuensinya adalah dipecat dari partai,” sebut Olly.

Diketahui, pelaksanaan konfercab dan konferda PDI Perjuangan dari 540 di tingkat kabupaten/kota semua berjalan mulus.

“Memang ada sedikit gejolak, tetapi itu dapat teratasi. PDI Perjuangan ini merupakan perjalanan yang sangat besar dalam menuntun organisasi ke depan. Semua berjalan mulus sesuai dengan aspirasi dari pengurus PAC, DPC dan DPD, bahkan sudah terbentuk satu kepengurusan yang baru,” kata Olly.

Sementara itu, Olly membeber bahwa pengisian formatur berdasarkan pemilihan dulu dan kemudian DPP yang memutuskannya mulai dari ketua, sekretaris dan bendahara (KSB).

“Dari situ baru kita ambil DPC suara terbanyak yang dicapai melalui pileg untuk duduk dalam susunan formatur, berikut penyusunan struktur lengkap DPC. Nah, untuk masuk dalam struktur yang dinilai pertama adalah loyalitas, integritasnya dan ideologinya yang jelas. Hal itu sangat mudah diketahui, karena semua sudah tercatat dalam data base. Semua melewati fit and proper test,” tukasnya.

Intinya, sambung Olly PDI Perjuangan menganut demokrasi terpimpin. Dengan demikian semuanya ditetapkan setelah adanya musyawarah mufakat. Dan itu dimulai dari struktur bawah dan atas, dalam artian sesuai sistem.(eda)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply