Tondano, SULUTREVIEW
Keberadaan dan kelangsungan Danau Tondano diseminarkan. Hal itu sebagai upaya untuk membangkitkan kembali kepedulian terhadap danau yang akan berdampak luas bagi kesejahteraan masyarakat.
Kepala Dinas Pembinaan Potensi Maritim Mabes TNI AL, Brigjen Marinir (TNI) Donar Philip Rompas, menyampaikan bahwa seminar merupakan kepedulian TNI AL, untuk ikut membantu program pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Implementasi pemberdayaan wilayah pertahanan laut dilaksanakan melalui kegiatan pembinaan potensi maritim dalam pelaksanaannya melalui metode pembinaan ketahanan wilayah, komunikasi sosial, dan bakti TNI,” katanya pada seminar Pemberdayaan Ekonomi dan Kepedulian Lingkungan Kabupaten Minahasa, dalam rangka mendukung Pembinaan Ketahanan Wilayah (Bintahwil) Tahun 2019 di dusun jauh Tasuka Desa Tounelet Kecamatan Kakas, Senin (17/7/2019).
“Danau Tondano yang berada di depan kita menjadi begitu penting keberadaannya yang apabila dikelola dengan baik maka akan mampu meningkatkan ketahanan pangan dan menambah pendapatan,” ujarnya kembali.
Kondisi Danau Tondano dengan luasnya cakupan 20% tertutup oleh tanaman eceng gondok, telah diupayakan oleh berbagai pihak untuk mengendalikan tanaman tersebut.
“Upaya-upaya tentu menyita banyak waktu, tenaga dan biaya. Oleh karena itu diperlukan berbagai terobosan agar tanaman ecek gondok memiliki nilai manfaat yang optimal baik dari segi ekonomi maupun kelestarian lingkungan,” ujarnya.
Sambutan Bupati Minahasa, Ir Royke Roring MSi, dalam materi tentang Upaya Pemerintah Kabupaten Minahasa dalam Pengelolaan Danau Tondano mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Minahasa telah memberikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Dinas Pembinaan Potensi Maritim Mabes TNI AL.
Karena dari Danau yang ada dari Sabang sampai Merauke, Dispotmar memilih Sekitar Danau Tondano menjadi lokasi pelaksanaan seminar Bintahwil Tahun 2019. “Sebagai pemerintah dan masyarakat Minahasa sedang berupaya mengelola dan menangani permasalahan yang ada di danau tondano dan Daerah Aliran Sungai (DAS) Danau Tondano dan sekitarnya,” tukasnya.
Permasalahan Danau Tondano, ungkap Roring, yakni pendangkalan, penyempitan dan penurunan kualitas air, banyaknya eceng gondok. Berikut permasalahan kawasan DAS dan sekitarnya yakni penebangan liar di sepanjang DAS yang mengakibatkan pengikisan kawasan hijau menjadi gundul. Bahkan peningkatan volume sampah yang mengakibatkan tergganggunya sistem pengambilan air oleh PLTA.
“Permasalahan yang ada apabila terus dibiarkan, maka 30 tahun ke depan Danau Tondano akan kering dan ini akan menjadi becana bagi kita masyarakat yang ada di Sulawesi Utara,” tandasnya.
Bupati juga menyampaikan Danau Tondano merupakan salah satu Danau di Indonesia yang menjadi prioritas Nasional, Danau Tondano merupakan sumber harkat hidup dan penggerak ekonomi masyarakat di Sulawesi Utara , mulai dari pemasok energi listrik, pertanian/saluran irigasi,suplai air, perikanan, pariwisata, dan sarana transportasi air.
Untuk itu pemerintah dengan berbagai upaya untuk menjaga, melestarikan bahkan mengelola Danau Tondano dengan berbagai program yang sementara dan yang akan dilaksanakan. Diantaranya melakukan seminar, diskusi dan kajian tentang pengelolaan Danau Tondano, pemantauan kualitas air, pola penanganan secara menyeluruh, penyusunan dan penetapan rencana tata ruang kawasan konservasi dan wisata Danau Tondano.
Dari 25 kecamatan di Kabupaten Minahasa, ada 7 kecamatan yang mengelilingi danau Tondano, untuk itu kepada para camat, hukum tua, ASN diajak lebih peduli terhadap tanah Minahasa termasuk Danau Tondano agar Visi Minahasa dapat terwujud.
Turut hadir, Wakil Bupati Minahasa Robby Dondokambey, SSi, Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Jeffry Korengkeng, SH, MSi, Kepala dinas Pembinaan Potensi Maritim Mabes TNI AL Brigjen Marinir (TNI) Donar Philip Rompas, Komandan Lantamal VIII Laksamana Pertama TNI Gig Jonias Moses Sipasulta M,MAR, Stud, Ketua DPRD Kabupaten Minahasa James Rawung, SH, Wakapolres Minahasa Kompol Alkat Karouw, S.Sos, Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat Kolonel Purnawirawan Boyke Kambey, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Utara Ir.Marly Gumalag, MSi, Pimpinan Cabang BRI Tondano Taswin Tajudin, Para Asisten Sekdakab Minahasa, Jajaran Pemerintah Kabupaten Minahasa, Camat, Hukum tua, masyarakat yang ada.(engel)













