web analytics

Posko Terpadu Bandara Samrat Jamin Keamanan dan Kenyamanan Pemudik

Posko Terpadu Bandara Samrat Jamin Keamanan dan Kenyamanan Pemudik

Manado, SULUTREVIEW

Guna menjamin keamanan dan kenyamanan para pemudik lebatan, PT Angkasa Pura I (Persero) bandara Sam Ratulangi (Samrat) Manado, menyiapkan Posko Lebaran di terminal keberangkatan.

Untuk memperkuat skuad pengamanan pihak bandara melibatkan sekitar 67 personel dari berbagai instansi. Baik internal maupun eksternal, seperti Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Utara, Otoritas Bandara, personel dari TNI POLRI, Kantor Kesehatan Pelabuhan, SAR dan BMKG.

Posko yang disiapkan tersebut, merupakan kegiatan rutin diseleggarakan setiap tahun, menjelang lebaran.

“Ini merupakan bentuk kesiapan Bandara Sam Ratulangi Manado dalam memberikan pelayanan prima bagi seluruh pengguna jasa selama musim mudik Lebaran 2019 sesuai dengan Standart Operasional Prosedur (SOP)  dan tetap berpedoman kepada safety, security, services dan compliance ( 3 s + 1c ),” kata General Manager Minggus ET Gandeguai usai menggelar apel pembukaan Posko Terpadu Angkutan Udara Lebaran 2019 (1440 H), Selasa (28/5/2019).

Posko Angkutan Lebaran 2019 di Bandara Sam Ratulangi Manado,  terbagi menjadi dua yaitu Posko Pengawasan, Pelayanan, dan Monitoring Data; serta Posko Kesehatan.

“Posko ini diselenggarakan sebagai wadah untuk mengumpulkan dan monitoring trafik pergerakan pesawat, penumpang, dan kargo selama periode posko Lebaran,” ujar Minggus.

Melalui posko ini, sambung Minggus dapat memantau dan mengakses data kapan terjadinya puncak arus mudik dan balik Lebaran.

Minggus saat memantau Posko Lebaran.

“Selama posko berlangsung para petugas juga dapat memonitor kejadian menonjol yang terjadi di bandara,” kata Minggus kembali.

Sejauh ini, terkait kondisi bisnis penerbangan, Minggus mengakui tengah terjadi kelesuan yang menyebabkan adanya penurunan jumlah pergerakan penumpang dan pesawat selama periode lebaran tahun 2019.

“Pergerakan penumpang diproyeksikan turun sampai dengan  40%  yakni sebesar 86.870 pax dibanding periode mudik Tahun 2018 yang mencapai 146 ribu penumpang,” sebutnya.

Sementara itu, untuk pergerakan pesawat diperkirakan turun sebesar 25% atau sebesar 954 pergerakan sedangkan kargo mengalami pertumbuhan sebesar 16% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Dalam kesempatan yang sama, diharapkan bahwa penurunan jumlah penumpang dan penerbangan ini tidak menyurutkan pelaksanaan Posko Terpadu tersebut secara baik dan profesional bagi para pengguna jasa yang berpergian melalui Bandara Sam Ratulangi Manado untuk berkumpul bersama keluarga di musim libur lebaran kali ini,” tandasnya.

Diketahui, terkait pergerakan penumpang di Bandara Sam Ratulangi Manado, mulai Januari hingga April 2019 mengalami penurunan sebesar 26% atau sejumlah 682.673 pax jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2018 mencapai 918.793 pax.

Pun begitu pula dengan pergerakan pesawat yang turun mencapai 27% atau sebesar 7.208 dan pergerakan kargo yang turun 15% atau sebesar 4.069 ton. Di mana menjelang pelaksaan posko terpadu angkutan udara lebaran 2019, hingga saat ini belum ada pengajuan untuk extra flight dari maskapai.

Kepala Kantor Otoritas Wilayah VIII Manado, Sarmanto, menjamin bahwa keamanan dan kenyamanan pemudik  menjadi prioritas yang diutamakan.

“Kami memaksimalkan keamanan, layanan serta kenyamanan pemudik hingga kesiapan pesawat,” tukasnya.

Posko terpadu, disiapkan sesuai dengan Instruksi Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor : Inst 02 Tahun 2019 tentang Pelaksanaan Angkutan Udara Lebaran 2019 (1440 H),  Posko ini rencananya akan mulai beroperasi pada tanggal 28 Mei hingga 13 Juni 2019 atau selama 16 hari.(eda)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply