web analytics

4G Telkomsel ‘Moncer’ Menjelajah Negeri Atas Awan Gunung Payung

4G Telkomsel ‘Moncer’ Menjelajah Negeri Atas Awan Gunung Payung

Ranoyapo, SULUTREVIEW

View eksotis negeri di atas awan Desa Poopo, Ranoyapo Minahasa Selatan (Minsel) yang lebih dikenal dengan Daseng Gunung Payung, popularitasnya kian viral.

Tak heran jika Gunung Payung kini menjadi destinasi wisata yang mengagumkan. Bukan hanya wisatawan lokal, turis mancanegara seperti Perancis dan Inggris pun ikut berburu menyaksikan keindahan panorama alam yang luar biasa.

Kumpulan awan putih tebal yang memenuhi langit Gunung Payung sejauh mata memandang, seiring munculnya mentari pagi seakan menjadi daya tarik yang tiada duanya. Bak negeri di atas awan.

Menikmati keindahan tersembunyi yang dimiliki Daseng Gunung Payung bukanlah perkara mudah. Karena untuk mencapai lokasi puncak Gunung Payung, pendaki butuh perjuangan dan semangat tinggi. Hal itu diawali perjalanan yang jaraknya sekitar 4 kilometer dengan waktu tempuh 3 jam. Berikut tahapan pendakian yang posisi kemiringannya diperkirakan mencapai 45 derajat.

Sehabis diguyur hujan lebat, pendaki yang ingin menuju Gunung Payung, harus menyusur jalanan yang cukup licin karena becek. Selain itu, pendaki juga harus melewati empat sungai yang arusnya cukup deras, meski kedalamannya hanya setengah lutut

Semilir dinginya angin, di tahapan pendakian yang dimulai dari kampung Poopo Ranoyapo pada pukul 02.30 WITA, seakan tak menyurutkan langkah untuk segera dapat menikmati surga yang tersembunyi.

Di tengah perjalanan, Sekretaris Desa Poopo, Tommy Lumintang usai mengantarkan rombongan pendaki dari luar daerah, sempat menitip pesan agar pendaki berjalan sesuai kemampuan.

“Saat mendaki jangan memaksakan diri, jika lelah berhentilah. Atur pernapasan dan jangan banyak minum karena perjalanan ke puncak perlu energi, nanti akan menyebabkan sakit di perut,” tukasnya.

Menurut Lumintang, kunjungan wisatawan terus mengalami peningkatan. Hampir setiap hari ada pendaki. Praktis kondisi ini menjadikan Poopo semakin dikenal. Bahkan sejumlah televisi swasta nasional melakukan peliputan secara khusus.

“Poopo mulai dikenal secara luas sejak dua tahun terakhir ini. Hampir setiap hari ada pendakian, tetapi paling banyak pas hari libur,” katanya.

Menurut sejumlah pengunjung, Dex, view Poopo sangat menakjubkan terlebih saat sunrise.

“Karena itu harus memanfaatkan setiap spot untuk berfoto,” ujarnya.

Saat sampai di puncak pada pukul 05.30 WITA, ada kepuasan yang tiada tara. Keletihan yang melilit raga seakan terbayarkan dengan view eksotisme karya Sang Pencipta.

Letak Gunung Payung yang berada di ketinggian 574 mdpl, tak ada artinya jika tidak diabadaikan melalui foto maupun video. Bahkan tak kalah serunya adalah melakukan siaran langsung. Cara praktis, untuk menunjukkan pada dunia bahwa ada pemandangan luar biasa di atas Gunung Payung.

Menariknya, para pendaki merasa sangat bersemangat karena tidak kesulitan untuk melakukan siaran langsung. Karena sangat terbantukan dengan layanan 4G Telkomsel.

“Signalnya moncer, ngga ada hambatan sama sekali saat melakukan siaran  langsung. 4G Telkomsel benar-benar keren. Padahal kita berada di ketinggian 574 meter di atas permukaan laut,” aku Rizky remaja asal Tareran yang sudah dua kali mengunjungi tempat ini.

Selain itu, Darren Rumate salah satu siswa dari Manado, malah melakukan video call dengan teman-temannya yang tidak sempat berkunjung.

“Ayo kapan ke sini (Gunung Payung), wow pemandangannya sungguh luar biasa,” ujarnya.

Sejumlah pendaki juga merasa heran, karena jaringan 4G Telkomsel demikian kuat.

“Heran juga, tempat tersembunyi tetapi jaringan Telkomsel mampu menembus awan tebal Gunung Payung,” seloroh Rudy warga Malalayang Manado.

Diketahui, totalitas layanan Telkomsel kepada pelanggan menjadi prioritas yang dikedepankan. Hal itu dibuktikan dengan mengantisipasi lonjakan trafik layanan pada periode liburan. Contohnya saja seperti Natal hingga Tahun Baru, di mana secara nasional Telkomsel telah memperkuat seluruh elemen jaringan.

Executive Vice President Telkomsel Area Pamasuka, Ronny Arnaz mengatakan Telkomsel telah menyiapkan sebanyak 88 unit compact mobile base station (Combat) atau mobile BTS. Telkomsel juga membangun 776 base transceiver station (BTS) multi-band Long Term Evolution (LTE) baru dengan menyiapkan kapasitas bandwidth hingga 4,2 Tbps di seluruh Indonesia untuk menghadirkan layanan yang berkualitas.

Sementara itu, dikatakan Manager Corporate Communications Area Pamasuka, Rina Dwi Noviani bahwa Telkomsel merupakan operator seluler terbesar di Indonesia dengan jumlah pelanggan mencapai lebih dari 168 juta.

Untuk melayani pelanggannya yang tersebar di seluruh Indonesia, termasuk juga di daerah terpencil dan pulau terluar serta daerah perbatasan negara, Telkomsel menggelar lebih dari 184.000 BTS.

Telkomsel secara konsisten mengimplementasikan teknologi seluler terkini dan menjadi yang pertama melakukan ujicoba layanan 5G di Indonesia.

“Memasuki era digital, Telkomsel terus mengembangkan bisnis digital, diantaranya Digital Advertising, Digital Lifestyle, Mobile Financial Services, dan Internet of Things. Untuk melayani kebutuhan pelanggan, Telkomsel menggelar call center 24 jam dan layanan GraPARI yang tersebar di seluruh Indonesia,” sebutnya.(eda)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply