SulutFest 2018 Ajang Pengembangan UMKM dan Pariwisata

SulutFest 2018 Ajang Pengembangan UMKM dan Pariwisata

Manado, SULUTREVIEW

Festival Ekonomi dan Keuangan Sulut 2018 yang digaungkan lewat SulutFest 2018 dengan tema Pengembangan UMKM dalam Mendukung Sektor Pariwisata dan Ekonomi Digital, merupakan gagasan Bank Indonesia dalam mendorong ekonomi daerah.

Kegiatan yang dipusatkan di Manado  Town Square (Mantos) 3 sejak 22-24 November 2018 diharapkan dapat meningkatan kapasitas UMKM dalam mendorong pariwisata dan ekonomi digital di Sulut.

“Kami di Bank Indonesia berharap pelaku sektor UMKM dan pariwisata di Sulut, ke depan akan berkembang menjadi wirausahawan kelas dunia,” kata Soekowardojo Kamis (22/11/2018).

Sesuai amatan beberapa periode terakhir ini, khususnya di negara sedang berkembang, pengembangan wirausaha telah menjadi salah satu opsi strategis dalam mendorong pertumbuhan perekonomian.

“Survei lembaga konsultan Ernst and Young terhadap 1.500 pengusaha di kelompok negara G20, menunjukkan peran penting wirausaha sebagai agen perubahan utama dalam penciptaan model bisnis dan industri baru, yang diyakini dapat memainkan peran sebagai lokomotif penggerak perekonomian nasional,” jelas Soekowardojo.

Sebagaimana di negara lainnya, pengembangan wirausaha juga mendapat perhatian besar dari Pemerintah Indonesia. Populasi wirausaha Indonesia dewasa ini tercatat sebesar 3,1% dari jumlah penduduk (2017), meningkat dari tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 1,6% (2016). Meskipun meningkat signifikan, namun rasio tersebut masih tertinggal dibandingkan dengan negara-negara tetangga, seperti Thailand (4%), Malaysia (5%), China (10%), Singapura (7%), dan Jepang (11%).

“Namun demikian rasio kewirausahaan Indonesia sudah berada di atas rasio minimal rasio kewirausahaan suatu negara yaitu 2% dari total populasi.  Sementara itu, dalam hal kesehatan ekosistem kewirausahaan, Indonesia masih menempati peringkat ke-68 dari 121 negara di dunia menurut The Global Entrepreneurship & Development Index 2014,” sebut Soekowardojo.

Melihat fakta-fakta yang ada, tentu diperlukan suatu strategi atau terobosan yang tepat untuk mempercepat tumbuhnya wirausaha di Indonesia dan khususnya di Sulawesi Utara. Salah satu faktor yang perlu diupayakan bersama adalah yakni ekosistem yang kondusif, fasilitasi, dan dukungan serta dorongan dari seluruh pihak terkait untuk menunjang tumbuh kembangnya wirausaha.

“Dari segi penciptaan lapangan kerja, pada tahun 2022 diestimasi bahwa penjualan online dapat mendorong penciptaan lapangan pekerjaan hingga 26.000.000 lapangan pekerjaan baru,” katanya kembali sambil menambahkan potensi pengembangan UMKM di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) tidak hanya datang dari perkembangan ekonomi digital.

“Potensi pengembangan UMKM juga datang dari pertumbuhan sektor pariwisata. Perlu diketahui bahwa berdasarkan data BPS pada tahun 2016 terdapat 40.624 wisman yang masuk ke Sulut, di Tahun 2017 ada 79,303 wisman, dan pada 2018 hingga September, sudah ada lebih dari 99.000 wisman yang masuk ke Sulawesi Utara. Pertumbuhan sektor pariwisata Sulut perlu dipandang sebagai peluang pengembangan usaha oleh UMKM melalui pengembangan produk yang berdaya saing dan memiliki ciri khas daerah,” Soekowardojo mengulas.

SulutFest 2018 dilaksanakan sebagai wujud kreasi bagi pelaku UMKM Sulut termasuk didalamnya WUBI, non WUBI, serta generasi muda yang nantinya juga diharapkan akan menjadi wirausaha yang mandiri. Dan tak kalah penting juga pariwisata dan ekonomi digital.

Event ini juga mempromosikan produk-produk premium khas Sulut,  pariwisata unggulan di Sulut, maskapai dan agen perjalanan untuk mendorong terciptanya kunjungan wisatawan ke Sulut dan ke Kawasan Timur Indonesia (KTI), perbankan untuk memfasilitasi pembiayaan UMKM, serta tak kalah penting, Fintech, untuk mendorong ekonomi digital yang saat ini sedang tumbuh berkembang menjadi alternatif keuangan bagi masyarakat.

Disamping kegiatan pameran dan capacity building kepada UMKM, SulutFest 2018 juga dihiasi dengan berbagai perlombaan kepada masyarakat untuk mendorong jiwa kewirausahaan dan kreativitas yang saat ini sangat vital dalam era globalisasi.

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Rudi Mokoginta SE MTP mengatakan UMKM dan sektor pariwisata sebagai leading sector pembangunan daerah.

“SulutFest 2018, saya nilai sangat tepat sebagai sarana memperkenalkan produk-produk unggulan di Bumi Nyiur Melambai, baik tradisional maupun modern,” tukasnya sembari mengapresiasi Bank Indonesia yang menggelar  festival sebagai sarana promosi bagi produk unggulan dan industri, unggulan daerah, peluang investasi, objek pariwisata unggulan, serta menampilkan berbagai ragam seni budaya khas daerah, dan untuk memperluas jaringan pemasaran produk-produk unggulan daerah.(eda)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply