SSAS Kirim Bantuan dan Relawan ke Palu Lakukan Trauma Healing

Manado, SULUTREVIEW

Sebagai wujud empati dan kepedulian terhadap korban gempa dan tsunami yang melanda Palu, Donggala dan Sigi Sulawesi Tengah (Sulteng), Sulut Sayang Anak Sulteng (SSAS) mengirimkan bantuan dan relawan.

Kiriman bantuan melalui wadah SSAS yang di dalamnya terdiri dari DPD Asita Sulut, Lembaga Perlindungan Anak (LPA), Forum Anti Kekerasan Terhadap Anak (Fakta), Manado Tourism Board, BNI 46 serta Yayasan Pembela dan Kepentingan Anak Bangsa, fokusnya adalah trauma healing.

“Para relawan akan berada di Sulteng selama dua pekan. Mereka akan melakukan trauma healing. Mengingat anak-anak korban gempa dan tsunami perlu mendapatkan pemulihan,” kata Ketua DPD Asita Sulut, Merry Karaouwan Kamis (18/10/2018).

Anak-anak korban bencana, lanjut Karaouwan belum ditangani dengan baik. “Tenda-tenda bocor yang ditempati pengungsi juga menjadi perhatian kami. Intinya kami memperhatikan children needs, seperti buku gambar, pemutaran video, enanganan psikis pada anak-anak,” tukasnya sambil menambahkan SSAS bekerja sama dengan PPA dan Compassion.

Sementara itu, menurut penanggungjawab LPA Sulut, Jull Takaliuang ada tiga relawan yang dikirim untuk menghibur anak-anak korban bencana, yakni Eunike Sumampouw, Merry Kumayas dan Joice Mamesah.

“Kami berharap bantuan yang kami kirimkan berikut relawan mampu memulihkan anak-anak dari ingatan bencana. Makanya relawan akan menghibur mereka,” kata Jull di Posko DPD RI Tikala.

“Kami akan identifikasi anak, terdampaknya seperti apa kemudian kami akan melakukan asesment, pendampingan personal touch, game fun, supaya anak anak bisa teralihkan,” kunci Eunike Sumampouw.(eda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *