Jakarta, SULUTREVIEW
Prestasi membanggakan kembali di terima Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Olly Dondokambey SE yang dinilai sukses mengembangkan bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk dunia pendidikan dan kebudayaan.
Kali ini penghargaan yang diterima adalah anugerah Kita Harus Belajar (Kihajar) Madya 2018.
“Provinsi Sulut kembali mendapat penghargaan dalam bidang pendidikan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan (Pustekkom),” kata Kepala Biro Pemerintahan dan Humas Provinsi Sulut Dr Jemmy Kumendong MSi, Sabtu (13/10/2018).
Menurutnya, penghargaan diberikan kepada para kepala daerah yang berhasil menunjukkan kepedulian dan komitmen terhadap pengembangan TIK untuk dunia pendidikan dan kebudayaan.
“Penghargaan tersebut diberikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, yang diwakili Sekjen Kemendikbud, Didik Suhardi kepada Gubernur Sulut Olly Dondokambey, dalam acara malam anugerah kihajar 2018, Jumat (12/10/2018) di Jakarta,” sebut Kumendong.
Lebih lanjut, Mendikbud Muhadjir Effendy menyerahkan Anugerah Kihajar kepada 16 kepala daerah se Indonesia. Yakni gubernur dan walikota/bupati.
“Anugerah Kihajar diberikan kepada Gubernur Sulut sebagai penghargaan kepada pemerintah daerah yang telah berprestasi dalam pendayagunaan TIK untuk pendidikan,” tandasnya.
Diketahui, tahun ini menjadi tahun yang ke-7 di mana Kemendikbud memberikan apresiasi kepada pemerintahan kabupaten/kota dan provinsi atas segala upayanya dalam membuat kebijakan, berikut mengembangkan maupun mengimplementasikan TIK.
“Gubernur Olly berkesempatan menyampaikan terima kasih kepada Kemendikbud RI yang memberikan penghargaan bagi Sulut. Kiranya penghargaan ini akan lebih memotivasi jajaran Pemprov Sulut, khsusnya Dinas Pendidikan untuk lebih memajukan pendidikan Sulut, serta menghasilkan sumber daya manusia yang berkompeten dan memiliki daya saing,’ tukasnya.
Selain itu, anugerah Kihajar juga diberikan kepada para pemenang kuis Kihajar, pemenang Festival Video Edukasi dan lomba mobile Kihajar, serta penghargaan radio Peduli Pendidikan dan Kebudayaan.
Ditambahkan, tujuan khusus anugerah Kihajar untuk meningkatkan kebiasaan belajar siswa Indonesia. Sekaligus menumbuhkan kemandirian bangsa dalam memanfaatkan dan mengembangkan TIK untuk pendidikan, mendorong individu dan lembaga untuk menghasilkan karya inovatif dalam pengembangan potensi TIK, berikut pengembangan kebijakan yang berpihak pada pendayagunaan TIK untuk pendidikan, memberikan penghargaan kepada kepala daerah dan masyarakat yang telah berpartisipasi dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan/pelatihan melalui pendayagunaan TIK.(eda/*)











