Diakonia Ketenagakerjaan Kota Tomohon Cover Dua Ribuan Pekerja Rentan

0
364

Tomohon, SULUTREVIEW – Gerakan Nasional Lingkaran Program Diakonia BPJS Ketenagakerjaan yang direalisasikan Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon telah berhasil mengcover dua ribuan pekerja rentan, bukan penerima upah (BPU).

Program Diakonia BPJS Ketenagakerjaan, menurut Walikota Tomohon Jimmy Feidie Eman SE Ak, merupakan bentuk respon dan kepedulian masyarakat dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk membantu tenaga kerja rentan, seperti buruh sampah, petani, buruh bangunan, tukang bobaso (mencuci-red) hingga tukang ojek yang secara mandiri belum mampu membayar iuran BPJS ketenagakerjaan.

“Kepada setiap masyarakat yang mampu termasuk SKPD dapat berdiakonia, dengan nominal yang tidak sampai Rp17 ribu per bulan. Tetapi kita telah mengcover pekerja rentan. Sehingga hal ini memotivasi masyarakat untuk membuat gerakan ini direspon. Bahkan memunculkan kepedulian pejabat di Kota Tomohon,” ungkap Eman di sela launching Gerakan Nasional Lingkaran Program Diakonia BPJS Ketenagakerjaan yang dilaksanakan di halaman Kantor Walikota Tomohon, Selasa (19/12/2017).

Senada disampaikan Sekretaris Daerah Kota Tomohon, Ir Harold Lolowang giat launching Gerakan Nasional Lingkaran adalah program inovatif sejak tahun 2016. “Ini merupakan program yang mendasar pada sektor pekerja remtan yang secara ekonomi akan mengalami kemunduran ketika mengalami berhenti bekerja atau pun mengalami kecelakaan kerja,” sebutnya sembari menambahkan program perlindungan ketenagakerjaan itu meliputi Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Hari Tua dan Jaminan Kematian.

Sementara itu, Deputi Direktur Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Sulawesi dan Maluku, Sudirman Simamora, program diakonia adalah mulia. Karena bertujuan memberikan perlindungan kerja. “Sebab sektor pekerja penerima upah maupun bukan penerima upah dapat dibantu berhak mendapatkan perlindungan kerja. Di mana saat ini tercatat 87 juta warga angkatan kerja yang potensial.

“Dari jumlah tersebut, BPJS Ketenagakerjaan telah memberikan perlindungan kepada 42 juta pekerja. Sementara peserta aktif ada 26 juta,” sebut Sudirman.

Sejauh ini, kata Sudirman, masih banyak yang belum ikut program ini. “Banyak faktor yang menyebabkan hal ini terjadi, untuk itu BPJS dan Pemkot Tomhon hadir dengan Gerakan Nasional Lingkaran agar dapat membantu masyarakat menikmati perlindungan sosial,” tandasnya.

Di sisi lain, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sulut, dr Jemmy Lampus mengatakan BPJS Ketenagakerjaan melalui program Gerakan Nasional Lingkaran merupakan.jalan keluar bagi pekerja rentan yang belum memiliki kemampuan untuk membayar iuran.

“Program diakonia ini merupakan solidaritas untuk memberikan kontribusi kepada pekerja rentan yang memiliki manfaat sangat positif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tukasnya.

Turut hadir, Deputi Direktur Bidang Project Management BPJS Ketenagakerjaan Ahmad Sulintang dan Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Manado, Asri Basir.

Launching program diakonia juga dirangkaikan dengan penyematan kartu program jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan, Perisai dan penyerahan kartu BPJS Ketenagakerjaan pekerja rentan.(hilda)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here