Buka Kongres GMNI di Manado, Jokowi Sebut Pembangunan Harus Merata

0
246

Manado, SULUTREVIEW – Kehadiran Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) pada kongres Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) yang digelar di Graha Gubernuran Bumi Beringin, Manado, Sulawesi Utara, pada Rabu (15/11/2017) meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta.

Jokowi yang didampingi Gubernur Olly Dondokambey SE dan Ketua Presidium GMNI, Chrisman Damanik melakukan pemukulan tetengkoren sebagai tanda kongres GMNI ke-20 resmi dibuka, sekaligus juga bentuk motivasi agar seluruh peserta memiliki semangat yang tinggi hingga rampungnya kongres.

Menariknya, Jokowi yang terlihat kelelahan, setelah sebelumnya mengikuti agenda KTT ASEAN ke-31 di Manila, Filipina, namun tetap memberikan semangat kepada ribuan peserta kongres yang bertemakan ‘Meneguhkan Masa Depan Indonesia Berdasarkan Pancasila Di Era Asia Pasifik’, untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan. Terutama dalam menghadapi persoalan bangsa.

“Saya tiba di Manado setengah dua malam. Ini hanya untuk Kongres GMNI ke-20. Jadi kalau dibilang capek, yah capek. Tapi demi undangan dari GMNI saya bersedia untuk hadir,” ungkap Jokowi disambut antusias peserta

Pada kesempatan ini, Jokowi mengutarakan sejumlah hal penting. Diantaranya tentang Hari Lahir Pancasila yang diperingati pada setiap tanggal 1 Juni.

“Mengapa saya harus menetapkan Hari Lahir Pancasila menjadi hari besar nasional? Karena Pancasila merupakan bagian dari sejarah bangsa dan sangat mendasar, bahkan sebagai ideologi negara,” sebut Jokowi.

Selain itu, Jokowi juga menjelaskan akan pentingnya pembangunan infrastruktur di Indonesia. Menurutnya, pembangunan harus merata. Tidak boleh hanya fokus di Pulau Jawa saja. Dan sebagai negara besar dengan ribuan pulau dan berpenduduk 250 juta, maka pembangunan infrastruktur dari Sabang sampai Merauke menjadi salah satu solusi untuk menghubungkan akses semuanya.

“Kenapa kita harus bangun infrastruktur secara besar- besaran? Infrastruktur dibangun bukan hanya berkaitan dengan soal ekonomi. Tetapi infrastruktur untuk menyatukan negara Indonesia. Kita punya airport di Aceh dan daerah lainnya sehingga orang Aceh bisa ke Papua. Jadi tanpa infrastruktur bagaimana kita dapat menyatukan suku,” tegas Jokowi.

Sementara itu, Gubernur Olly Dondokambey, SE mengatakan, kedatangan Presiden Jokowi ke Sulut sangat diapresiasi oleh masyarakat di Bumi Nyiur Melambai.

“Selamat datang di Bumi Nyiur Melambai. Kedatangan Bapak Presiden merupakan suatu kehormatan dan penghargaan bagi kami,” katanya.

Lanjut kata Olly, Kongres GMNI ke-20 di Manado merupakan momentum yang bersejarah. Di samping itu, dia juga menyatakan dipilihnya Graha Gubernuran sebagai lokasi kegiatan kongres bukanlah tanpa alasan. Hal itu untuk memberikan kesempatan kepada GMNI maupun pihak lainnya untuk memanfaatkan gedung milik pemerintah.

“Graha Gubernuran adalah fasilitas pemerintah. Kami memberikan kesempatan kepada GMNI dan masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas ini. Karena gedung ini adalah milik pemerintah,” ungkapnya yang disambut tepuk tangan ribuan peserta kongres.

Pembukaan kongres GMNI turut dihadiri sejumlah pejabat negara seperti Sekretaris Kabinet Kerja Pramono Anung, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Wakil Gubernur Drs Steven OE Kandouw, Ketua DPRD Andrei Angouw, bupati dan walikota, jajaran Forkopimda maupun peserta kongres XX GMNI dari seluruh Indonesia.(hilda)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here