Prof Jamaluddin Jompa Raih Gelar AFEO Honorary Fellow di Kancah ASEAN

Prof Jompa saat menerima penghargaan di kancah ASEAN. Foto:ist

Bandung-Jabar, Sulutreview.com – ​Dunia keinsinyuran dan pendidikan tinggi Indonesia kembali mengukir prestasi manis di kancah regional.

Di kancah ASEAN Federation of Engineering Organisations (AFEO), melalui organisasi wadah keinsinyuran nasional Persatuan Insinyur Indonesia (PII), secara resmi menganugerahkan predikat kehormatan AFEO Honorary Fellow kepada Rektor Universitas Hasanuddin yang juga bertindak sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Rektor Universitas Sam Ratulangi, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., di Bandung Jawa Barat (Jabar) pada Jumat (23/10/2026).

​Pengakuan internasional ini menjadi bukti nyata atas dedikasi dan kepemimpinan visioner Prof. Jamaluddin Jompa dalam mengintegrasikan riset keilmuan, inovasi keinsinyuran, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia di kawasan Asia Tenggara. Kiprah panjangnya dalam mendorong kolaborasi strategis lintas sektor dinilai memberi dampak signifikan terhadap arah pembangunan berkelanjutan di tingkat regional.

​Penganugerahan ini terasa istimewa karena Prof. Jamaluddin Jompa mengukir namanya bersama dua pimpinan perguruan tinggi ternama tanah air lainnya, yakni Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Kehadiran tiga Rektor terkemuka ini dalam daftar penerima penghargaan kehormatan menegaskan posisi krusial perguruan tinggi Indonesia sebagai motor penggerak jejaring teknik dan sains di skala internasional.

​Pengurus Pusat Persatuan Insinyur Indonesia menyampaikan rasa bangganya atas capaian ini saat menyerahkan secara langsung penganugerahan tersebut. PII menekankan bahwa peran pimpinan akademis sangat menentukan dalam menjembatani dunia keilmuan dengan kebutuhan industri keinsinyuran yang kian kompleks di Asia Tenggara.

​”Pemberian predikat AFEO Honorary Fellow ini merupakan bentuk apresiasi tertinggi atas kepemimpinan, dedikasi, dan kontribusi nyata Prof. Jamaluddin Jompa dalam memajukan ilmu pengetahuan dan keinsinyuran. Capaian ini memvalidasi bahwa peran aktif para akademisi Indonesia mampu memperkuat posisi tawar dan daya saing kawasan ASEAN di mata dunia,” ucap perwakilan PII dalam perhelatan tersebut.

​Meranggapi kehormatan tersebut, Prof. Jamaluddin Jompa menyampaikan rasa syukur serta harapan besar bagi masa depan pendidikan dan keinsinyuran nasional. Beliau menegaskan bahwa penghargaan ini bukan sekadar pencapaian personal, melainkan bentuk kepercayaan global terhadap institusi pendidikan di Indonesia.

​”Penganugerahan ini adalah pengingat sekaligus pemacu semangat bagi kita semua untuk terus berinovasi dan memperluas jejaring kolaborasi. Keinsinyuran dan ilmu pengetahuan harus hadir memberikan solusi atas tantangan global, dan perguruan tinggi siap menjadi garda terdepan dalam melahirkan sumber daya manusia unggul yang berdaya saing internasional,” ucap Prof. Jamaluddin Jompa usai menerima penghargaan.

​Pencapaian luar biasa ini diharapkan mampu menular menjadi inspirasi kolektif bagi seluruh sivitas akademika dan praktisi keinsinyuran di tanah air untuk terus mengabdi, berkarya, serta membawa nama Indonesia harum di panggung internasional.(hilda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *