Cetak Duta Berkarakter, Unsrat Buka Pembinaan Bela Negara Mahasiswa Beasiswa ADik 2026

Pembinaan bela negara diikuti sejumlah perguruan tinggi. Foto:ist

Manado, Sulutreview.com — Civitas Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado menempa karakter generasi muda penerima Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik), bertempat di Manado Tateli Resort & Convention, Kabupaten Minahasa, pada Rabu (28/10/2026).

Wakil Rektor Bidang Akademik Unsrat, Prof. Ir. Arthur Pinaria, secara resmi membuka kegiatan Pembinaan Bela Negara dan Wawasan Kebangsaan bagi 78 mahasiswa penerima Beasiswa ADik Angkatan Tahun 2026, yang ditandai secara simbolis lewat pemukulan tetengkoren oleh Prof. Arthur.

Bertepatan dengan momentum bersejarah Hari Sumpah Pemuda, agenda pembekalan yang berlangsung selama tiga hari ini mengumpulkan para mahasiswa dari empat perguruan tinggi, yakni Unsrat (39 peserta), Politeknik Negeri Manado (22 peserta), Universitas Negeri Gorontalo (15 peserta), dan Politeknik Negeri Nusa Utara (2 peserta).

​Dalam amanat pembukaannya, Prof. Arthur menekankan pentingnya pembentukan kedisiplinan dan rasa cinta tanah air bagi mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), wilayah Papua, alumni program ADEM, anak pekerja migran, hingga penyandang disabilitas.

​”Kalian adalah Duta Daerah, calon pemimpin yang diterpa dari kampus-kampus terbaik. Pembinaan bela negara ini hadir untuk menyatukan berbagai perbedaan latar belakang, sekaligus memberikan bekal dan motivasi agar mahasiswa bisa menyelesaikan studi tepat waktu. Ini juga sangat membantu fakultas dan perguruan tinggi dalam menjaga kualitas akreditasi,” ujar Prof. Pinaria.

​Ia mengatakan bahwa dengan semangat program afirmasi ini beririsan langsung dengan filosofi luhur masyarakat Sulawesi Utara dan Unsrat.

“Prinsip ini sejalan dengan semboyan Unsrat, Sitou Timou Tumou Tou, yakni manusia hidup untuk menghidupkan orang lain. Setelah berhasil kelak, kalian harus kembali dan memajukan daerah kalian masing-masing,” tambahnya.

​Sejalan dengan hal tersebut, panitia penyelenggara sengaja memadukan nilai kebangsaan dengan materi akademik serta kesehatan mental untuk mempersiapkan para peserta mengarungi dinamika dunia perkuliahan.

​Sekretaris Panitia, Josef Kairupan, S.IP., M.IP., yang mewakili Ketua Panitia Welliam Pangemanan, S.H., M.H., menyampaikan bahwa materi yang disajikan dirancang khusus sebagai pondasi utama para penerima beasiswa.

​”Momentum pembukaan pada 28 Oktober ini sangat relevan karena para peserta adalah calon pemimpin bangsa masa depan. Selama kegiatan, mereka dibekali materi penting seperti strategi lulus tepat waktu, kesehatan mental, pendidikan politik pemuda, serta topik utama bela negara dan wawasan kebangsaan. Seluruh narasumber yang hadir sangat kompeten di bidangnya untuk memberikan bekal awal sebelum para peserta menghadapi tantangan di dunia kampus,” jelas Josef.

​Rangkaian pembekalan yang dijadwalkan berlangsung hingga 30 Oktober 2026 ini turut dihadiri oleh para pendamping mahasiswa dari tiap perguruan tinggi, jajaran panitia, serta perwakilan insan pers.(hilda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *