Bitung, Sulutreview.com – Kerajinan tangan berbahan benang rajut kini tidak lagi sekadar menjadi aktivitas pengisi waktu luang. Di tengah berkembangnya tren fashion dan gaya hidup, produk rajutan justru memiliki peluang pasar yang menjanjikan sekaligus membuka ruang bagi masyarakat untuk meningkatkan pendapatan keluarga.
Peluang tersebut menjadi perhatian Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Bitung, Ny. Ellen Honandar Sondakh, SE. Ia mendorong kaum perempuan, khususnya ibu rumah tangga, untuk mengembangkan keterampilan merajut menjadi kegiatan produktif yang memiliki nilai ekonomi.
Dorongan itu disampaikan Ellen Honandar Sondakh SE, saat membuka pelatihan kerajinan tangan berbahan dasar benang rajut yang diselenggarakan Dekranasda Kota Bitung di Gedung Perempuan dan Anak Kota Bitung, Jumat (30/10/2026).
Menurut Ellen, kerajinan tangan memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah. Selain mengasah kreativitas dan keterampilan, kegiatan merajut juga dapat menjadi pintu masuk bagi tumbuhnya usaha mikro berbasis kreativitas masyarakat.
“Benang rajut yang dulunya dipandang sebelah mata atau hanya dianggap sebagai hobi sederhana, saat ini telah bertransformasi menjadi tren fashion dan gaya hidup bernilai jual tinggi. Mulai dari tas, topi, pakaian, hingga berbagai suvenir dan aksesori unik, semuanya memiliki potensi pasar yang sangat luas, baik lokal maupun nasional,” ungkap Ellen.
Ia menilai, produk kerajinan rajut memiliki peluang untuk terus dikembangkan apabila didukung kreativitas, inovasi, serta kualitas produk yang mampu mengikuti kebutuhan pasar.
Melalui pelatihan tersebut, Dekranasda Kota Bitung ingin mendorong tiga hal penting.
Pertama, menggali potensi diri dan meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah benang rajut menjadi produk dengan kualitas serta nilai estetika yang baik.
Kedua, membangun budaya inovasi dan kreativitas agar produk kerajinan memiliki karakter serta ciri khas tersendiri yang dapat merepresentasikan identitas dan kekayaan budaya Kota Bitung.
Ketiga, menjadikan keterampilan merajut sebagai salah satu alternatif sumber pendapatan keluarga, bahkan membuka peluang lahirnya wirausaha baru yang mandiri dan berkelanjutan.
Ellen juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus Dekranasda Kota Bitung dan pihak-pihak yang telah mengambil bagian dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
Kepada para peserta, ia berpesan agar mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh, menyerap setiap materi yang diberikan instruktur, serta tidak ragu bertanya dan mempraktikkan teknik yang dipelajari.
“Ingatlah bahwa kesuksesan besar selalu berawal dari ketekunan dalam belajar. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa memberkahi setiap langkah dan ikhtiar kita dalam memajukan perekonomian serta kesejahteraan masyarakat di Kota Bitung,” tuturnya.
Sementara itu, sambutan Wali Kota Bitung yang dibacakan Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan SDM, Dr. Jefry Wowiling, M.Si., menyampaikan apresiasi Pemerintah Kota Bitung terhadap inisiatif Dekranasda dalam menyelenggarakan pelatihan tersebut.
Pemerintah berharap kegiatan ini tidak berhenti pada peningkatan keterampilan semata, tetapi dapat ditindaklanjuti dengan pengembangan produk dan pemasaran secara lebih luas.
“Semoga hasil pelatihan ini bermanfaat dalam mengembangkan keterampilan serta melahirkan ide-ide positif dan inovatif untuk menjadi sumber pendapatan tambahan bagi keluarga. Manfaatkan kesempatan ini dengan baik. Hasilnya dapat dipasarkan hingga ke luar daerah,” ujar Wowiling.
Pelatihan tersebut diikuti 25 peserta yang berasal dari tiga kecamatan di Kota Bitung, yakni Girian, Aertembaga, dan Madidir.
Melalui kegiatan ini, keterampilan merajut diharapkan dapat berkembang menjadi salah satu produk unggulan ekonomi kreatif masyarakat, sekaligus membuka kesempatan bagi perempuan untuk berkontribusi lebih besar dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga.(zet)






