Puncak Urban Digifest 2026, BI Catat Transaksi Rp3 Miliar dan 42 Ribu Pengunjung

Kepala KPw BI Sulut Joko Supratikto (kiri) secara simbolis sedang meracik kopi. Foto:Hilda

Manado, Sulutreview.com — Rangkaian kegiatan Urban Digifest 2026 sukses mencatatkan capaian signifikan dalam mendorong digitalisasi dan pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Sulawesi Utara (Sulut).

Hingga hari ketiga pelaksanaan, ajang ini berhasil membukukan nilai transaksi penjualan sebesar Rp3.014.826.462 dengan total kunjungan mencapai 42.082 orang.

​Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Utara, Joko Supratikto, mengungkapkan bahwa sebanyak 233 pelaku UMKM terlibat dalam seluruh rangkaian acara. Komposisi peserta mencakup 127 UMKM makanan dan minuman kemasan, 50 UMKM wastra dan kerajinan, 28 UMKM kopi, 20 UMKM ready to eat, 3 UMKM sektor pangan, serta 5 UMKM pendukung desa wisata.

​Joko mengatakan bahwa keberhasilan acara ini tidak semata-mata diukur dari angka perolehan transaksi maupun jumlah pengunjung yang hadir. Menurutnya, fokus utama penyelenggaraan Urban Digifest adalah menciptakan dampak jangka panjang bagi iklim usaha di daerah.

​”Namun, refleksi kami tidak hanya berhenti pada capaian angka. Urban Digifest harus mampu menjawab pertanyaan yang lebih besar: apakah UMKM semakin naik kelas, akses pasar dan pembiayaan semakin terbuka, terciptanya wirausaha baru, serta apakah digitalisasi semakin menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat di Sulawesi Utara,” ujar Joko di hall Manado Town Square Sabtu (15/8/2026).

​Ia menjelaskan bahwa ajang ini dirancang secara holistik dengan memperkuat sektor pembiayaan melalui business matching, promosi perdagangan dan ekspor, peningkatan kapasitas usaha, hingga edukasi pelindungan konsumen.

Penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) juga ditempatkan sebagai media transaksi utama guna memperluas akseptasi pembayaran digital bagi masyarakat dan pelaku usaha.

​Selain penguatan kapasitas usaha, Urban Digifest 2026 mengusung tema “Rupa Rasa Kawanua: Meracik Tradisi, Menyeduh Inovasi” sebagai bentuk apresiasi terhadap kekayaan budaya lokal.

Pelaksanaan ajang ini turut dimeriahkan oleh kompetisi desainer busana modest, kegiatan membatik bersama Dekranasda, hingga gelaran Sulut Coffee Fest 2026 yang membangun ekosistem kopi daerah dari hulu ke hilir.

​Joko menambahkan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor antara KPw BI, Pemerintah Provinsi Sulut, perbankan, akademisi, hingga komunitas kreatif. Sinergi tersebut diharapkan terus berlanjut guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

​”Karena itu, Puncak Urban Digifest bukan hanya menjadi penutup rangkaian kegiatan, tetapi menjadi perayaan atas kolaborasi yang telah terbangun sekaligus titik awal bagi sinergi yang lebih kuat ke depan,” tutur Joko menutup pesannya.(hilda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *