KKI 2026 Tampilkan Kain Pinawetengan hingga Vanila, Produk UMKM Sulut Siap Tembus Pasar Dunia

Jakarta, Sulutreview.com — Perhelatan Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 kembali mencatatkan capaian luar biasa dalam memperkuat ekosistem usaha mikro, kecil, dan menengah di tanah air.

Secara nasional, gelaran tahunan ini sukses membukukan penjualan sementara sebesar Rp144,2 miliar hingga 22 Agustus 2026, melonjak 46 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian ini makin solid dengan business matching ekspor yang menembus Rp169,9 miliar dari 16 negara pembeli, serta pembiayaan yang mencapai Rp285 miliar.

​Keberhasilan nasional tersebut berbanding lurus dengan moncernya performa UMKM asal Sulawesi Utara. Berbagai produk unggulan daerah berhasil mencuri perhatian pasar nasional hingga mancanegara lewat peningkatan penjualan, penguatan merek, dan perluasan jangkauan pasar global.

​Kain Pinawetengan, busana tenun premium khas Bumi Nyiur Melambai yang terinspirasi dari pahatan Situs Sejarah Watu Pinawetengan di Minahasa, mencatatkan omzet sebesar Rp110,3 juta atau melonjak lima kali lipat dibandingkan perolehan 2025. Di sektor komoditas kopi, Kopi Arabica Tomohon dari Elmonts Coffee makin populer setelah diseduh langsung oleh World Barista Champion di panggung KKI 2026.

Sementara itu, Kopi Robusta Gunung Ambang asal Kotamobagu sukses menembus jejaring pasar Jepang lewat kolaborasi bersama Indonesia House of Bean Tokyo.

​Sektor rempah pun tidak ketinggalan mengukir prestasi internasional. Narasi Vanilla berhasil menembus pasar Malaysia, Jepang, dan Korea Selatan melalui penandatanganan Letter of Intent. Kesepakatan tersebut mencakup pengiriman sampel olahan vanila ke Malaysia, ekspor 20 kilogram vanilla beans senilai 2.500 dolar AS ke Korea Selatan, serta pengiriman produk vanilla paste dan powder ke Tokyo.

​Deputi Gubernur Bank Indonesia, Aida S. Budiman, menegaskan pentingnya keberlanjutan ekosistem bagi kemajuan para pelaku usaha lokal.

​“Setiap tahun, dengan penuh rasa syukur kami adakan KKI agar UMKM Indonesia bisa terus tumbuh, tangguh, dan berdaya saing. Tapi, UMKM perlu mempunyai ekosistem yang menjadi tujuan berkelanjutan agar tumbuh, tangguh, dan berdaya saingnya UMKM Indonesia terus berlangsung,” ujar Aida dalam seremoni penutupan KKI 2026 di Jakarta.

​Ia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus memberikan dukungan nyata bagi produk-produk dalam negeri.

​“Cintai, bangga, dan pakai produk UMKM Indonesia. Karena kalau bukan kita, siapa lagi. Kalau bukan sekarang, kapan lagi UMKM Indonesia menjadi tuan rumah produk Indonesia dan bisa tumbuh, tangguh, dan berdaya saing,” tambahnya.

​Melalui sinergi lintas sektor dan dukungan jaringan Bank Indonesia, dorongan terhadap digitalisasi, pembiayaan, serta akses pasar global bagi UMKM Sulawesi Utara akan terus diperkuat demi mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.(hilda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *