Ekonomi Sulut Tumbuh Lampaui Nasional, NSIF 2026 Sukses Jadi Magnet Investor Dunia

Manado, Sulutreview.com — Forum Investasi Sulawesi Utara atau North Sulawesi Investment Forum (NSIF) 2026 yang digelar di Manado pada Jumat (7/8/2026) menjadi pijakan strategis untuk mengakselerasi pertumbuhan investasi di kawasan tersebut.

Kehadiran forum ini menegaskan posisi penting investasi sebagai salah satu motor utama penggerak perekonomian Sulawesi Utara (Sulut).

​Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Sulawesi Utara, Joko Supratikto, menekankan pentingnya sinergi dalam mendorong iklim investasi yang lebih kuat dan berkelanjutan.

​“NSIF dapat memperkuat langkah bersama untuk mengakselerasi pertumbuhan investasi di Sulut. Kami meyakini bahwa investasi merupakan salah satu motor utama yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi,” ujar Joko saat memberikan sambutan.

​Menurut Joko, Sulut tidak hanya dianugerahi kekayaan sumber daya alam yang melimpah, tetapi juga sedang berada pada momentum ekonomi yang positif. Pada triwulan II tahun 2026, ekonomi Sulut mampu tumbuh sebesar 5,42 persen.

Meski mengalami sedikit perlambatan, angka ini tercatat tetap berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional.
​Nilai tambah pertumbuhan tersebut terlihat jelas dari sumber penguatannya. Di tengah moderasi ekonomi, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi justru melonjak hingga 7,12 persen, sementara Lapangan Usaha Konstruksi mencatatkan pertumbuhan sebesar 7,63 persen.

Perkembangan ini mengindikasikan adanya peningkatan aktivitas pembangunan dan pembentukan kapasitas ekonomi baru di daerah.

​Kendati realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) maupun Penanaman Modal Aasing (PMA) terus memberikan kontribusi nyata, Joko menyoroti tantangan pemusatan investasi yang masih terkonsentrasi pada wilayah dan sektor tertentu. Ke depan, investasi yang masuk harus dipastikan lebih terdiversifikasi, bernilai tambah tinggi, serta membawa manfaat luas bagi masyarakat.

​Ia memahami bahwa investor membutuhkan kepastian konkret di luar sekadar momentum pertumbuhan. Dalam hal ini, keterlibatan Regional Investment Relations Unit (RIRU) yang digagas Gubernur Sulut bersama DPMPTSP, Bank Indonesia, serta berbagai instansi terkait menjadi kunci akselerasi.

​“Investor memerlukan komitmen proyek yang jelas, informasi yang memadai, proyek yang siap serta dukungan koordinasi yang berkelanjutan. Di sinilah peran RIRU mengambil peran strategis bersama,” ucap Joko.

​Dukungan penuh terhadap gelaran ini juga disampaikan oleh Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, S.E., melalui sambutan yang dibacakan oleh Wakil Gubernur Victor Mailangkay.

Pemerintah daerah memberikan apresiasi tinggi kepada Kementerian Investasi/BKPM, BI Sulut, serta jajaran pemerintah kabupaten dan kota yang memfasilitasi forum tersebut.

​“NSIF sangat strategis dalam rangka mendorong promosi dan potensi peluang investasi di Sulut. Melalui forum ini, diharapkan para investor semakin tertarik untuk menanamkan modalnya. Para investor dapat melihat langsung potensi yang dimiliki Sulut, yang memiliki nilai ekonomi sangat tinggi untuk dikembangkan dengan dukungan iklim investasi yang kondusif, aman, dan memberikan kepastian,” paparnya.

​Agenda NSIF 2026 ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat tinggi dan perwakilan diplomatik, di antaranya Direktur Wilayah III Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Abdul Qodir, Deputy Head of Mission Kedutaan Besar Selandia Baru Hamza Haidon, Konsul Jenderal Filipina di Manado Mary Jennifer Domingo Dingal, serta Wakil Ketua Umum KADIN Pusat Sarman Simanjorang.

​Turut hadir Kepala OJK Sulut Robert Sianipar, Kepala BPS Sulut Watekhi, Kepala DPMPTSP Sulut Hermina Syaloom Dailly Korompis, jajaran bupati/wali kota, pimpinan perbankan, hingga para calon investor dan pemilik proyek investasi.(hilda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *