Manado, Sulutreview.com – Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Yulius Selvanus mengatakan organisasi perempuan harus tampil sebagai kekuatan pembangunan, bukan sekadar menjalankan agenda seremonial.
Pesan itu disampaikan saat menghadiri peringatan HUT ke-67 Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Sulut di Wisma Negara Bumi Beringin, Senin (20/7/2026).
Di tengah tantangan pembangunan daerah, Yulius menilai BKOW memiliki posisi strategis karena bersentuhan langsung dengan persoalan masyarakat, mulai dari ketahanan keluarga, pemberdayaan ekonomi, pendidikan hingga pembentukan karakter generasi muda.
Menurutnya, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri untuk mewujudkan Sulawesi Utara yang maju. Organisasi perempuan, kata dia, harus menjadi mitra yang menghadirkan program nyata yang menjawab kebutuhan masyarakat.
“BKOW telah membuktikan perannya melalui berbagai kegiatan sosial, pendidikan, pemberdayaan ekonomi, kesehatan keluarga hingga pembinaan karakter generasi muda. Ini menunjukkan perempuan mampu menjadi motor perubahan dari tingkat keluarga hingga memberikan dampak luas bagi pembangunan daerah,” ujar Yulius.
Ia juga mengingatkan agar organisasi perempuan mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi, dinamika sosial, dan perkembangan ekonomi. Peningkatan kapasitas anggota dinilai menjadi syarat agar perempuan tidak hanya menjadi pelengkap dalam pembangunan, tetapi juga penggerak lahirnya wirausaha, pemimpin, pendidik, relawan, hingga tokoh masyarakat.
Yulius menilai modal sosial perempuan Sulawesi Utara yang dikenal memiliki semangat, kreativitas, dan kepedulian tinggi harus dioptimalkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat ketahanan keluarga.
Karena itu, ia meminta seluruh organisasi yang berhimpun dalam BKOW memperkuat kolaborasi dan menghadirkan program yang lebih menyentuh kelompok perempuan, anak, pelaku UMKM, serta masyarakat rentan.
Pernyataan tersebut sekaligus membuka harapan bagi BKOW agar tidak berhenti sebagai wadah koordinasi organisasi perempuan, tetapi menjadi mitra strategis yang mampu menghasilkan dampak terukur bagi pembangunan Sulut dan mendukung pencapaian visi Indonesia Emas 2045.(hilda)












