Luwuk, Sulutreview.com — Ruang bengkel SMKN 2 Luwuk, Kabupaten Banggai, biasanya riuh oleh deru mesin konvensional dan aroma pekat bahan bakar minyak (BBM). Namun, suasana belakangan ini terasa berbeda. Ada binar antusiasme baru di mata para siswa saat mereka memegang obeng dan kabel-kabel komponen listrik. Mereka sedang tidak sekadar memperbaiki motor rusak, melainkan sedang “menyulap” masa depan mobilitas daerahnya.
Lewat program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang diinisiasi oleh PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Luwuk, para siswa ini dibekali keterampilan melahirkan motor listrik dari kerangka motor berbahan bakar bensin.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sulawesi Utara, Tengah, dan Gorontalo (Suluttenggo), Usman Bangun, menegaskan bahwa perubahan besar menuju energi bersih tidak akan sukses tanpa melibatkan generasi muda.
”Transisi menuju energi bersih membutuhkan kesiapan talenta muda. Melalui program ini, PLN ingin memastikan siswa SMK tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga menjadi pelaku utama dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik di masa depan,” ujar Usman penuh optimisme.
Melalui kegiatan bertajuk “Edukasi Ekosistem Green Energy dan Penguatan Kompetensi Pengembangan Pembelajaran Konversi Sepeda Motor BBM Menjadi Motor Listrik”, PLN tidak hanya membawa teori di atas kertas. Mereka membawa perubahan nyata ke dalam ruang kelas. Tiga unit sepeda motor BBM diboyong untuk dibongkar, dipelajari, dan dikonversi menjadi motor listrik sebagai media praktik langsung.
Bagi para siswa dan guru, kehadiran teknologi ini seperti membuka gerbang menuju dunia baru. Kepala SMKN 2 Luwuk, Anton Nurdin Y, tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. Kehadiran para ahli dari PLN membuat kurikulum sekolah terasa hidup dan langsung menjawab tantangan zaman.
Senada dengan itu, Manager PLN UP3 Luwuk, Ridwan Bogie Rismawan, berharap sentuhan teknologi ini mampu mendongkrak rasa percaya diri para lulusan lokal dengan daya saing tinggi, yakni mempersiapkan siswa agar siap diserap industri masa depan dan jiwa wirausaha yang dapat membuka peluang bagi mereka untuk membuka bengkel konversi mandiri kelak.
Langkah PLN ini mendapat apresiasi hangat dari Bupati Banggai, Amirudin Tamoreka. Baginya, melihat anak-anak muda Banggai mampu mengutak-atik teknologi masa depan adalah sebuah kebanggaan sekaligus investasi daerah.
”Kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas SDM sekaligus mendukung pembangunan ekonomi hijau di daerah kita,” ungkap Amirudin, seraya berharap sinergi ini meluas ke sekolah-sekolah lain.
Melalui minyak pelumas yang mulai berganti dengan instalasi kabel baterai, siswa-siswi SMKN 2 Luwuk kini sedang belajar sesuatu yang mahal, bahwa kontribusi terhadap bumi yang lebih bersih bisa dimulai dari jemari mereka sendiri, di sebuah bengkel sekolah di ujung Sulawesi.(hilda)












