Luwuk, Sulutreview.com – PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Luwuk memperkuat ekosistem energi hijau melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dengan memberikan edukasi serta pelatihan konversi sepeda motor berbahan bakar minyak (BBM) menjadi kendaraan listrik kepada siswa SMKN 2 Luwuk, Kabupaten Banggai.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sulawesi Utara, Tengah, dan Gorontalo (Suluttenggo), Usman Bangun, dalam keterangannya di Luwuk, Selasa, mengatakan program tersebut merupakan investasi jangka panjang untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu mendukung percepatan transisi energi nasional.
“Transisi menuju energi bersih membutuhkan kesiapan talenta muda. Melalui program ini, PLN ingin memastikan siswa SMK tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga menjadi pelaku utama dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik di masa depan,” katanya.
Ia menjelaskan, kegiatan bertajuk “Edukasi Ekosistem Green Energy dan Penguatan Kompetensi Pengembangan Pembelajaran Konversi Sepeda Motor BBM Menjadi Motor Listrik” itu dilaksanakan sebagai bentuk kolaborasi antara PLN, dunia pendidikan, dan Pemerintah Kabupaten Banggai.
Menurut dia, program tersebut memberikan edukasi mengenai ekosistem energi hijau, transisi energi, pemanfaatan energi bersih, hingga pengenalan infrastruktur kendaraan listrik kepada guru dan siswa.
Selain itu, PLN juga mendukung pembelajaran berbasis praktik melalui pengembangan konversi tiga unit sepeda motor berbahan bakar minyak menjadi motor listrik sebagai media praktik di bengkel sekolah.
Manager PLN UP3 Luwuk, Ridwan Bogie Rismawan, mengatakan program itu diharapkan mampu meningkatkan kompetensi lulusan sekolah vokasi agar lebih siap menghadapi kebutuhan industri kendaraan listrik yang terus berkembang.
“Kami berharap lulusan SMKN 2 Luwuk memiliki daya saing yang lebih tinggi, baik untuk memasuki dunia kerja maupun menciptakan peluang usaha di bidang elektrifikasi,” ujarnya.
Kepala SMKN 2 Luwuk, Anton Nurdin Y, menyampaikan apresiasi atas dukungan PLN yang dinilai memperkuat kualitas pembelajaran di sekolah.
Menurut dia, bantuan media praktik dan edukasi langsung dari tenaga ahli PLN membuat kurikulum pembelajaran semakin selaras dengan perkembangan teknologi kendaraan listrik.
Sementara itu, Bupati Banggai Amirudin Tamoreka menilai kolaborasi antara PLN dan dunia pendidikan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mendukung pembangunan ekonomi hijau di daerah.
Ia berharap sinergi serupa terus diperluas agar generasi muda Banggai memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri masa depan.
Program TJSL tersebut juga merupakan bagian dari komitmen PLN dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), antara lain pendidikan berkualitas, energi bersih dan terjangkau, industri, inovasi dan infrastruktur, serta kemitraan untuk mencapai tujuan.(hilda)












