Kotamobagu, Sulutreview.com – General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sulawesi Utara, Tengah, dan Gorontalo (Suluttenggo), Usman Bangun, mengatakan bahwa setiap anggaran yang dialokasikan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) harus memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Menurut Usman, program TJSL bukan sekadar bentuk kepedulian sosial perusahaan, tetapi menjadi instrumen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, memperkuat ketahanan sosial, sekaligus mendukung pembangunan yang berkelanjutan.
“Setiap rupiah yang dialokasikan dalam program TJSL harus mampu menjadi stimulus bagi kesejahteraan masyarakat. PLN ingin memastikan program yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Usman dalam keterangan resminya, Rabu (8/7/2026).
Ia menjelaskan, sepanjang Semester I Tahun 2026, berbagai program TJSL telah dilaksanakan PLN UP3 Kotamobagu dengan menyasar kebutuhan masyarakat di berbagai sektor. Mulai dari bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak bencana hingga pembangunan infrastruktur desa yang mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Salah satu program yang mendapat perhatian adalah penyaluran bantuan kepada warga terdampak banjir bandang di Desa Solimandungan I dan Solimandungan II, Kabupaten Bolaang Mongondow. Selain memastikan sistem kelistrikan kembali normal, PLN juga menyalurkan bantuan berupa sembako, air mineral, kasur, tikar, serta tandon air bersih untuk membantu proses pemulihan masyarakat.
Di sektor pemberdayaan ekonomi, PLN membangun jalan perkebunan di Desa Liberia Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat memperlancar akses petani menuju lahan pertanian, mempercepat distribusi hasil panen, sekaligus meningkatkan produktivitas dan pendapatan masyarakat desa.
Usman menambahkan, keberhasilan program TJSL tidak terlepas dari kolaborasi yang baik antara PLN, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan seluruh elemen masyarakat. Sinergi tersebut menjadi faktor penting agar setiap program dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.
“Kami akan terus memperluas manfaat program TJSL di seluruh wilayah Suluttenggo. Tujuannya agar semakin banyak masyarakat yang merasakan dampak positif melalui program yang berorientasi pada pemberdayaan dan keberlanjutan,” katanya.
Sementara itu, Manager PLN UP3 Kotamobagu, Reki Wowiling, mengatakan pihaknya akan terus menghadirkan program sosial yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, PLN tidak hanya bertugas menyediakan pasokan listrik yang andal, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk memberikan nilai tambah bagi masyarakat melalui berbagai program sosial dan pemberdayaan.
Dengan mengusung prinsip keberlanjutan, PLN berharap program TJSL dapat terus menjadi penggerak pembangunan ekonomi daerah, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, sekaligus memperkuat komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan nasional yang inklusif.(hilda)












