Tolitoli, Sulutreview.com – PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Tolitoli terus berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui penyelenggaraan Kampus Yantek yang diikuti 50 petugas Pelayanan Teknik (Yantek) dari seluruh Unit Layanan Pelanggan (ULP) di wilayah kerjanya.
Kegiatan ini difokuskan pada penguatan kompetensi teknis sekaligus penerapan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo (Suluttenggo), Usman Bangun, mengatakan Kampus Yantek menjadi langkah strategis dalam mencetak petugas pelayanan teknik yang profesional, responsif, serta mengutamakan keselamatan dalam setiap pelaksanaan tugas.
“Petugas pelayanan teknik merupakan garda terdepan PLN yang setiap hari berinteraksi langsung dengan pelanggan. Melalui Kampus Yantek ini, kami tidak hanya meningkatkan kompetensi teknis, tetapi juga menanamkan budaya K3 sebagai bagian dari setiap proses kerja. Dengan SDM yang andal dan mengutamakan keselamatan, kami optimistis mampu memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dan berkualitas kepada masyarakat,” ujar Usman dalam siaran pers, Senin (6/7/2026).
Program Kampus Yantek merupakan bagian dari komitmen PLN dalam meningkatkan kualitas SDM secara berkelanjutan. Para peserta mendapatkan pembekalan mengenai prosedur kerja yang aman, penguatan kemampuan teknis, peningkatan pelayanan pelanggan, hingga pemanfaatan teknologi terbaru dalam operasi dan pemeliharaan jaringan listrik.
Manager PLN UP3 Tolitoli, Icuk Sulistianto, menegaskan bahwa penerapan budaya K3 menjadi fondasi utama dalam menjaga keandalan pasokan listrik sekaligus melindungi seluruh petugas di lapangan.
“Keberhasilan menjaga keandalan sistem kelistrikan tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur yang baik, tetapi juga oleh SDM yang kompeten dan disiplin dalam menerapkan budaya keselamatan. Melalui Kampus Yantek, kami memastikan setiap petugas memiliki kemampuan teknis yang mumpuni serta menjadikan K3 sebagai prioritas utama dalam setiap pekerjaan,” kata Icuk.
Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan diskusi interaktif, studi kasus, berbagi pengalaman antarunit, serta evaluasi pekerjaan lapangan. Metode pembelajaran tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan, mempercepat waktu penanganan gangguan (response time), sekaligus menekan potensi risiko kerja guna mewujudkan target zero accident.
Kampus Yantek yang melibatkan petugas dari seluruh ULP di wilayah Tolitoli, Buol, dan sekitarnya juga menjadi wadah untuk memperkuat kolaborasi serta menyamakan standar kompetensi di lingkungan PLN.
Melalui peningkatan kualitas SDM yang dibarengi dengan penguatan penerapan K3, PLN UP3 Tolitoli optimistis dapat menghadirkan layanan kelistrikan yang semakin andal, aman, dan responsif, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(hilda)













