Sentuhan Nyata PLN Kotamobagu, Bantu Korban Banjir hingga Bangun Jalan Tani

Kotamobagu, Sulutreview.com – Bagi masyarakat di Bolaang Mongondow, kehadiran PT PLN (Persero) UP3 Kotamobagu sepanjang paruh pertama tahun 2026 ini bukan sekadar tentang aliran listrik yang menerangi rumah-rumah mereka.

Lebih dari itu, lewat program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PLN hadir layaknya seorang sahabat yang mengulurkan tangan di kala sulit dan membuka jalan menuju masa depan yang lebih cerah.

​Komitmen ini bukan sekadar angka di atas kertas laporan Environmental, Social, and Governance (ESG), melainkan wujud nyata dari kepedulian yang menyentuh langsung sendi-sendi kehidupan warga.

​Ketika banjir bandang menerjang Desa Solimandungan I dan Solimandungan II, duka mendalam menyelimuti warga. Di tengah situasi darurat tersebut, PLN tidak hanya bergerak cepat memulihkan jaringan listrik yang padam, tetapi juga hadir membawa kehangatan kemanusiaan.

​Paket sembako, air mineral, kasur, tikar, hingga tandon air bersih disalurkan langsung untuk membasuh duka dan mempercepat pemulihan psikologis maupun fisik warga yang terdampak. Bantuan ini menjadi penyambung asa bahwa mereka tidak sendirian menghadapi badai.

​Dampak nyata PLN juga terukir indah di tanah Desa Liberia Timur. Selama bertahun-tahun, akses menuju area perkebunan menjadi tantangan berat bagi para petani setempat saat hendak mengangkut hasil bumi. Memahami urat nadi perekonomian warga, PLN UP3 Kotamobagu membangun jalan perkebunan yang kini menjadi “jalur rezeki” baru.

​Sangadi (Kepala Desa) Liberia Timur, Rival Mahdum, tidak dapat menyembunyikan rasa syukurnya saat menceritakan perubahan besar ini.

​”Pembangunan jalan perkebunan ini memberikan manfaat yang sangat besar. Sekarang petani jauh lebih mudah mengangkut hasil panen, dan aktivitas ekonomi desa otomatis meningkat. Atas nama Pemerintah Desa dan masyarakat, kami mengucapkan terima kasih kepada PLN UP3 Kotamobagu atas kepedulian yang benar-benar menyentuh kebutuhan mendasar kami,” ungkap Rival dengan penuh haru.

​Hadir di Garis Depan Masyarakat
​Niat tulus di balik program-program ini ditegaskan oleh General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Suluttenggo, Usman Bangun.

Menurutnya, setiap program yang dijalankan harus membawa dampak kesejahteraan yang bisa dirasakan langsung di meja makan dan dapur warga.

​”Apa yang dilakukan oleh PLN UP3 Kotamobagu di Semester I ini adalah bukti bahwa korporasi hadir di garis depan, baik saat masyarakat menghadapi masa sulit akibat bencana, maupun dalam membangun fondasi ekonomi desa,” ujar Usman hangat dalam siaran persnya, Rabu (8/7/2026).

​Senada dengan itu, Manager PLN UP3 Kotamobagu, Reki Wowiling, menambahkan bahwa seluruh pencapaian ini adalah buah dari gotong royong yang manis dengan pemerintah daerah dan masyarakat setempat.

​”Kami berupaya hadir lewat program yang tepat sasaran demi memberikan nilai tambah (shared value) bagi seluruh pemangku kepentingan,” kata Reki.

​​Langkah PLN UP3 Kotamobagu tidak berhenti sampai di sini. Memasuki semester kedua tahun 2026, mereka siap melangkah lebih jauh. Dengan menggandeng tangan pemerintah dan masyarakat, PLN berkomitmen untuk terus merajut program-program humanis lainnya, memastikan bahwa kemajuan korporasi selalu berjalan beriringan dengan senyum dan kesejahteraan masyarakat yang mereka layani.(hilda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *