Pohuwato, Sulutreview.com — Penyambungan listrik berdaya 1.385 kVA yang dilakukan PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Gorontalo kepada PT Millenium Agroindo Selebes diyakini tidak hanya mendukung operasional industri, tetapi juga memberikan multiplier effect atau efek berganda terhadap perekonomian lokal di Kabupaten Pohuwato dan Provinsi Gorontalo.
Pasokan listrik yang andal menjadi fondasi penting bagi peningkatan kapasitas produksi industri pengolahan hasil pertanian yang berorientasi ekspor. Dengan operasional pabrik yang semakin optimal, kebutuhan bahan baku dari petani lokal diperkirakan ikut meningkat, sehingga membuka peluang bertambahnya pendapatan masyarakat di sektor pertanian.
PT Millenium Agroindo Selebes sendiri mengolah berbagai komoditas unggulan daerah, seperti kelapa menjadi Virgin Coconut Oil (VCO) dan santan beku (frozen coconut milk), serta komoditas lainnya seperti singkong, cabai, kakao, kopi, pisang segar, dan jagung manis untuk memenuhi permintaan pasar internasional.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sulawesi Utara, Tengah, dan Gorontalo (Suluttenggo), Usman Bangun, mengatakan penyediaan pasokan listrik yang memadai merupakan bagian dari komitmen PLN dalam mendorong pertumbuhan industri berbasis hilirisasi.
“Kami di PLN berkomitmen untuk terus proaktif memfasilitasi kebutuhan energi bagi para pelaku industri. Penyambungan daya sebesar 1.385 kVA ini adalah bagian dari strategi PLN mendukung program hilirisasi komoditas lokal agar memiliki nilai tambah tinggi di pasar internasional,” ujar Usman dalam siaran pers, Senin (6/7/2026).
Menurutnya, keandalan sistem kelistrikan menjadi salah satu faktor utama dalam menciptakan iklim investasi yang sehat. Karena itu, PLN terus memperkuat infrastruktur ketenagalistrikan agar mampu melayani kebutuhan investor yang akan mengembangkan usaha di wilayah Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo.
Sementara itu, Manager PLN UP3 Gorontalo, Hanggoro Nur Purwanto, menilai keberadaan industri pengolahan hasil pertanian akan memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat.
“Kami berharap penyambungan daya ini dapat mengoptimalisasi operasional pabrik sehingga mampu meningkatkan produktivitas, memperluas kapasitas ekspor, serta memberikan efek domino (multiplier effect) berupa pertumbuhan ekonomi lokal dan penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Pohuwato,” kata Hanggoro.
Ia menjelaskan, meningkatnya kapasitas produksi pabrik akan berdampak pada bertambahnya kebutuhan tenaga kerja, baik di sektor produksi maupun sektor pendukung seperti transportasi, logistik, perdagangan, hingga jasa. Selain itu, permintaan bahan baku dari petani lokal juga diperkirakan meningkat seiring bertambahnya volume produksi.
Dukungan terhadap keberlangsungan operasional pabrik juga disampaikan Direktur PT Millenium Agroindo Selebes, Li Yao. Menurutnya, keandalan pasokan listrik menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas produk dan memenuhi permintaan pasar ekspor.
“Dukungan pasokan listrik yang andal dari PLN adalah kunci keberlangsungan operasional pabrik kami. Dengan sinergi ini, kami optimistis dapat menggenjot kapasitas produksi dan menjaga kualitas produk demi memenuhi permintaan pasar global yang ketat,” ungkap Li Yao.
Dengan tersedianya pasokan listrik yang stabil, keberadaan industri pengolahan komoditas lokal diharapkan mampu memperkuat hilirisasi sektor pertanian, meningkatkan nilai tambah produk daerah, memperluas kesempatan kerja, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Kabupaten Pohuwato dan Provinsi Gorontalo.(hilda)













