Lakukan Aktifitas “PETI” di Hulu Tobayagan Batu Kilat, KPA_MGC Siap Laporkan Tom & Opo

SULUT – Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan Batu Kilat, Hulu Tobayagan, Kecamatan Pinolosian Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), kali ini jadi sorotan Komunitas Pecinta Alam Manguni Green Comunity (KPA-MGC).

Dinda Mustika Selaku Pengurus KPA-MGC siang tadi mengutuk keras aktivitas PETI yang berada di Hulu Tobayagan Batu Kilat tersebut.

Iya katakan, aktivitas perusakan hutan di Hulu akan berdampak besar di hilir, yakni desa Tobayagan dan sekitarnya. dan hal tersebut sering dirasakan masyarakat Desa Tobayagan.

Dinda menyebutkan, Pelaku Peti di Batu Kilat telah kami kantongi nama-namanya, yakni TP Alias Tom dan OP Alias Opo yang berdomisili di manado.

“Pelaku peti di batu kilat Tom dan Opo kami dapati dari sejumlah informasi dilapangan, mulai info dari warga desa tobayagan hingga info langsung ke-lokasi peti yang berada di Batu Kilat,” Ungkapnya.

Dinda tegaskan kepada awak media ini bahwa, kami akan segera melakukan rapat internal KPA untuk tindak lanjut pelaporan oknum-oknum perusak hutan Hulu Tobayagan tersebut ke pihak berwajib.

“Kami akan segera melakukan tahapan pelaporan ke APH soal keluhan warga Tobayagan ini, ada beberapa alat besar berupa excavator dilokasi tersebut, dan dugaan kuat milik mereka, dan kami mengantongi semua data-data tersebut dilapangan,” katanya.

Sementara itu dinda katakan soal pernyataan Kasat Reskrim Polres Bolaang Mongondow Selatan, IPTU Iqbal Putra Saimuri, S.Tr.K., pada pemberitaan awal bahwa pihaknya belum menerima adanya laporan soal aktifitas PETI di Batu Kilat Tobayagan dan akan langsung menurunkan tim untuk investigasi lokasi, kami di KPA memberikan suport terhadap langkah tersebut.

“Kami suport langkah APH untuk turun melakukan pengecekan lapangan, namun perlu digaris bawahi, kami tetap akan melakukan pelaporan jika dari hasil investigasi lapangan oleh APH tidak menemukan adanya aktifitas tersebut, kami siap dengan laporan dan bukti dilapangan saat aktifitas itu berjalan,” jelasnya.

Dinda juga mengatakan soal Laporan Dinas Lingkungan Hidup Bolsel terkait persoalan tersbut ke DLH Provinsi Sulut, kami akan membantu langkah-langkah DLH Bolsel untuk ke provinsi dan meminta langsung agar menjadi perhatian soal laporannya, karena mengingat hajat hidup orang banyak terutama Desa Tobayangan yang jika di musim penghujan selalu menerimah bencana akibat perusakan hutan Hulu Tobayagan. (**)

Penulis: Rian ThalibEditor: Rian Thalib

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *