Hasil Polling Pilhut Desa Sea Tumpengan: Djemie Pangerapan Unggul Tipis dari Filadelfus Kukihi

Hasil survey sementara. Infografis

Minahasa, Sulutreview.com – Hasil jajak pendapat (polling) digital sementara, pemilihan Hukum Tua (Pilhut) Desa Sea Tumpengan yang dilakukan di lingkup desa baru-baru ini, menunjukkan bentuk dukungan masyarakat.

Polling yang diikuti oleh total 171 responden ini menjaring aspirasi masyarakat terkait popularitas dan dukungan terhadap enam figur yang masuk dalam bursa kandidat.

​Berdasarkan data yang dihimpun, figur Djemie Pangerapan menempati urutan pertama sekaligus mendominasi perolehan dukungan. Ia berhasil meraih 85 responden atau mengamankan 49,7% suara, hampir menyentuh angka mayoritas mutlak.

​Posisi kedua ditempati oleh Filadelfus Kukihi yang membayangi ketat di bawahnya dengan perolehan 70 suara (40,9%).

Persaingan antara Djemie dan Filadelfus terlihat sangat kontras dibanding figur lainnya, di mana akumulasi dukungan untuk kedua nama sudah menyerap lebih dari 90% total responden polling.

​Di posisi ketiga ada Lanny Christien Lumintang yang memperoleh dukungan sebesar 12 suara (7,0%). Adapun tiga posisi terbawah ditempati oleh Berty Tamon dengan 2 suara (1,2%), serta Ventje Walansendow dan Steydi Suak yang masing-masing mengantongi 1 suara (0,6%).

​Berikut rincian lengkap hasil akhir popularitas figur berdasarkan polling terbaru:

​Djemie Pangerapan: 85 Suara (49,7%)
​Filadelfus Kukihi: 70 Suara (40,9%)
​Lanny Christien Lumintang: 12 Suara (7,0%)
​Berty Tamon: 2 Suara (1,2%)
​Ventje Walansendow: 1 Suara (0,6%)
​Steydi Suak: 1 Suara (0,6%)

​Polling ini bersifat sebagai indikator awal untuk membaca arah dukungan, keunggulan Djemie Pangerapan memberikan sinyal kuat mengenai peta kekuatan dan popularitas para figur yang ada saat ini di mata publik.

Nantinya, warga Desa Sea Tumpengan akan melaksanakan Pilhut pada 17 Juni 2026 mendatang.

“Masyarakat menyambut baik pelaksanaan Pihut Desa Sea Tumpengan, siapa pun nantinya yang akan terpilih tentunya akan kami dukung, demi kemajuan di desa kami,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.(hilda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *