Santunan Lakalantas Jasa Raharja Tembus Rp5,7 M

Manado, Sulutreview.com – Kota Manado mencatatkan diri sebagai wilayah dengan kasus kecelakaan lalu lintas (lakalantas) tertinggi di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Berdasarkan data terbaru, wilayah Kecamatan Mapanget dan Kecamatan Malalayang menjadi dua titik paling rawan terjadinya insiden di jalan raya.

​Hal yang cukup memprihatinkan, sebagian besar korban dari peristiwa lakalantas tersebut ternyata masih berada dalam usia produktif.

​”Sebagian besar korban Lakalantas masih dalam usia produktif berupa pelajar dan mahasiswa,” ungkap Kepala PT Jasa Raharja Wilayah Sulutgomalut, Ni Made Ayu Mulidyawati, dalam kegiatan Ngopi Bareng Jurnalis Independen Pemprov Sulut (JIPS), Rabu (13/5/2026).

​Menyikapi fenomena ini, PT Jasa Raharja menyatakan bahwa fokus mereka tidak hanya terbatas pada penanganan pasca-kecelakaan melalui pemberian kompensasi, melainkan juga pada langkah-langkah preventif yang agresif.

​”Selain membayar santunan, kami juga aktif melakukan program-program keselamatan transportasi berupa pemberian sosialisasi dan edukatif kepada masyarakat. Itu kami kerjasama dengan pihak kepolisian, Dinas Perhubungan dan Samsat,” tambah Mulidyawati.

​​Secara keseluruhan, PT Jasa Raharja yang membawahi tiga wilayah kerja (Sulut, Gorontalo, dan Maluku Utara) mencatat total santunan yang dikucurkan untuk korban meninggal dunia mencapai Rp7 miliar, sedangkan untuk korban luka-luka menyentuh angka Rp4,09 miliar.

​Khusus untuk wilayah Sulut sendiri, sepanjang periode Januari hingga April 2026, dana santunan yang telah digelontorkan bagi korban meninggal maupun luka-luka telah menembus angka Rp5,7 miliar yang disalurkan kepada 416 korban.

​Melalui kolaborasi lintas instansi ini, diharapkan angka kecelakaan, terutama yang melibatkan generasi muda selaku aset produktif daerah, dapat ditekan secara signifikan ke depannya.(hilda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *