Kendari, Sulutreview.com — PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melalui Integrated Terminal Kendari dan Sales Area Sultra menyalurkan bantuan tanggap darurat bagi masyarakat terdampak banjir di Kota Kendari. Aksi kemanusiaan ini disalurkan melalui program Pertamina Peduli sebagai bentuk tanggap cepat terhadap kondisi darurat di wilayah tersebut.
Bantuan diserahkan secara langsung di Posko Logistik Tanggap Bencana Kota Kendari. Selanjutnya, bantuan mendesak ini dipastikan menjangkau warga terdampak di sembilan kecamatan melalui koordinasi erat bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Dinas Sosial Kota Kendari.
Adapun bantuan yang disalurkan mencakup paket kebutuhan dasar seperti beras, telur, mie instan, minyak goreng, dan bahan pokok lainnya guna menjaga ketahanan pangan warga selama masa tanggap darurat. Selain logistik pangan, Pertamina menyalurkan 5 tabung Bright Gas 12 Kg untuk mendukung operasional dapur umum.
Sales Area Manager Retail Sulawesi Tenggara, Agung Surya Pranata, mengungkapkan bahwa para Perwira Pertamina di Kendari terjun langsung ke lapangan guna memastikan alur pendistribusian berjalan lancar.
“Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap melalui posko logistik agar distribusinya lebih terarah dan menjangkau masyarakat di wilayah terdampak banjir. Pertamina juga terus memastikan layanan energi di Kota Kendari tetap berjalan selama kondisi darurat,” ujar Agung.
Di sisi lain, Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menegaskan komitmen keberlanjutan perusahaan dalam aksi sosial kebencanaan ini.
“Keterlibatan Pertamina dalam situasi kebencanaan merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk hadir memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, termasuk melalui kolaborasi bersama pemerintah daerah dan instansi terkait,” jelas Lilik.
Langkah responsif ini juga sejalan dengan komitmen Pertamina dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama pada pencapaian poin 1 (Tanpa Kemiskinan), poin 2 (Tanpa Kelaparan), poin 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), serta poin 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan).(hilda)






