Inggried Sondakh ​Serap Aspirasi Nelayan dan Petani hingga Pekerja Keagamaan dari Mandolang

Anggota DPRD Sulut Inggried Sondakh. Foto:ist

Minahasa, Sulutreview.com – Pimpinan sekaligus Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara dari Fraksi Partai Golkar, Inggried Sondakh kembali turun ke tengah masyarakat untuk menyerap dan menghimpun aspirasi warga di Daerah Pemilihan (Dapil) Minahasa–Tomohon.

Kegiatan reses yang berlangsung hangat dan penuh keakraban ini digelar di D’Mason, Desa Kalasey Satu, Kecamatan Mandolang, Kabupaten Minahasa. Sebanyak 80 warga hadir mewakili berbagai elemen, mulai dari pemerintah setempat, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, kelompok perempuan, pelaku UMKM, hingga kelompok tani dan nelayan.

​Dalam ruang dialog yang terbuka dan konstruktif tersebut, Inggried Sondakh membuka ruang diskusi seluas-luasnya untuk mendengarkan langsung berbagai tantangan serta harapan masyarakat Kecamatan Mandolang.

Salah satu perhatian utama yang mencuat adalah kebutuhan peningkatan kesejahteraan bagi para pekerja keagamaan, dukungan pembangunan dan rehabilitasi rumah ibadah, serta program pelatihan kapasitas pelayanan yang diharapkan dapat difasilitasi oleh Biro Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.

Geliat ekonomi warga juga menjadi perhatian penting dalam pertemuan tersebut. Para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya para perintis usaha baru, mengharapkan adanya program pendampingan dari Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sulawesi Utara.

Pada reses itu, masyarakat juga memohon bantuan peralatan usaha melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Utara guna menunjang produktivitas dan pengembangan ekonomi keluarga secara berkelanjutan.

​Sektor pertanian dan perikanan menjadi urat nadi kehidupan warga Mandolang tak luput dari pembahasan. Kelompok tani

“Kami menyampaikan aspirasi akan kebutuhan mendesak, yakni bantuan pupuk, bibit tanaman hortikultura seperti rica, tomat, jagung, dan kedelai, serta dukungan alat mesin pertanian modern berupa traktor tangan, alat tanam, dan handsprayer. Bantuan ini sangat kami butuhkan,” ujar salah satu perwakilan petani.

Sementara itu, kelompok nelayan pesisir, juga mengharapkan perhatian pemerintah.

“Bantuan sarana penangkapan ikan, seperti jaring, mesin motor tempel, mesin katinting, hingga perahu nelayan yang layak, adalah sangat penting bagi nelayan. Kiranya kebutuhan ini dapat menjadi perhatian pemerintah,” ujar perwakilan nelayan.

​Menanggapi beragam harapan tersebut, Inggried Sondakh mengatakan bahwa kegiatan reses merupakan kewajiban moral dan konstitusional untuk mendengarkan langsung suara rakyat di akar rumput.

“Seluruh aspirasi dari sektor keagamaan, UMKM, pertanian, hingga kelautan ini akan kami diinventarisasi secara cermat untuk diperjuangkan melalui kewenangan legislatif di DPRD dan dikoordinasikan dengan perangkat daerah terkait,” ucapnya.

​Ia juga menambahkan, bahwa usulan masyarakat akan menjadi bahan pertimbangan penting dalam penyusunan program pembangunan dan penganggaran daerah, dengan tetap memperhatikan skala prioritas serta ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Melalui tatap muka ini, hubungan komunikasi antara wakil rakyat dan masyarakat dapat semakin solid, sehingga setiap kebijakan pemprov benar-benar tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat di Minahasa dan Sulawesi Utara secara luas,” pungkasnya.(hilda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *