Komisi IV DPRD Sulut RDP Bersama Dinas Kebudayaan. Schramm : Anggaran 1,5 M Jangan Terfokus Untuk Musik Kolintang

Manado, Sulutreview.com – Komisi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) provinsi Sulawesi Utara (Sulut) melaksanakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Kebudayaan Sulut.

RDP yang di gelar di ruang rapat komisi V DPRD Sulut membahas berbagai program kerja Dinas Kebudayaan, salah satunya terkait anggaran 1,5 milliard untuk pengadaan alat musik kolintang, wakil ketua Komisi IV DPRD Sulut, Lois Carl Schramm menyampaikan untuk anggaran 1,5 M jangan terfokus di alat musik kolintang, anggaran ini harus mengandung unsur keadilan sosial.

“Dimana keadilan sosialnya jika semua anggaran di pakai untuk kolintang?. Sedangkan setiap daerah punya kearifan lokal yang berbeda, tolong ini di perhatikan,” ujar Schramm , Jumat (22/8/2025).

Sementara menurut Schramm, anggaran kolintang bukan hanya di perubahan tahun ini saja.

“Kan masih ada tahun-tahun selanjutnya. Jika di pembahasan hari ini kami sepakat, anggaran 1,5 M di alokasikan untuk alat musik kolintang, tapi bagaimana jika kedepannya anggaran tersebut di hilangkan?. Pastinya aneh, jika setiap tahun anggaran untuk alat musik kolintang tidak ada lagi,” tuturnya.

Untuk itu Schramm menyampaikan, ada baiknya anggaran 1,7 M ini di bagi untuk kepentingan semua orang.

“Jika di bagi, untuk anggaran kolintang berapa, dan sisanya untuk kesediaan lainnya. Karena masyarakat yang ada di Sulut bukan hanya dari daerah minahasa saja, tetapi ada yang dari daerah nusa utara, bolmong, dan lain sebagainya,” terang Schramm.

Sementara menurut Schramm, dirinya pernah menjadi narasumber pada kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Kebudayaan dengan para pekerja seni, mereka juga banyak menyampaikan permohonan.

“Permohonan mereka juga sudah di catat oleh dinas, dan kemudian akan disampaikan. Hal ini saya katakan di pembahasan, agar semua bisa terdistribusikan kepada yang lain,” tuturnya.

Ia juga menambahkan alat musik kolintang itu penting, dan sudah menjadi warisan Budaya Internasional Dunia, namun di Sulut masih ada Kebudayaan lain.

“Waktu itu juga Pak Kadis, saya sempat mendiskusikan dengan mereka, ada beberapa tarian yang sudah mau punah, karena tidak diperhatikan lagi oleh pemerintah. Ada juga alat musik lainnya yang sudah punah, contohnya alat musik biak tidak pernah di perhatikan oleh pemerintah,” ungkapnya.

Lebih lanjut Schramm mengatakan, Komisi IV minta agar alat musik lainnya juga di perhatikan.

“Contohnya dari 1,7 M, 1 M nya itu di alokasikan untuk alat musik kolintang, sementara 700 juta untuk yang lainnya,” tutup Schramm.(lina)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *