Manado, Sulutreview.com – Program Satu Rekening Satu Pelajar (Kejar) yang digagas Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulutgomalut, sukses mendorong sebanyak 1.098 pelajar menabung, dengan total simpanan sebesar Rp4,75 miliar.
OJK mengungkap bahwa budaya menabung di Sulawesi Utara (Sulut) terus tumbuh positif. Per Juni 2025, jumlah rekening tabungan mencapai 4,84 juta rekening dengan nilai simpanan Rp19,10 triliun, naik 7,94 persen dibanding tahun sebelumnya.
Angka ini bahkan melampaui jumlah penduduk Sulut, menandakan semakin banyak masyarakat yang memiliki lebih dari satu rekening. Sejak Januari hingga Juli 2025, OJK Sulutgomalut bersama Industri Jasa Keuangan telah melaksanakan 189 kegiatan edukasi keuangan yang berhasil menjangkau lebih dari 153 ribu peserta di Sulut.
Data valid tersebut dirinci Kepala OJK Sulutgomalut Robert Sianipar saat menghadiri perayaan Puncak Hari Indonesia Menabung (HIM) dan Bulan Literasi Keuangan (BLK) Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2025, yang digelar di Kantor Gubernur Sulawesi Utara, di Manado, pada Rabu (20/08/2025).
Sianipar terus mendorong budaya menabung di kalangan siswa dan mahasiswa. Aktivitas mengelola keuangan itu, sangat penting. “Menabung itu sangat penting, sebagai investasi karakter bangsa dan menjadi modal penting dalam mewujudkan bangsa yang gemilang,” ujarnya.
Menabung, sebutnya, bukan sekadar menyisihkan uang, tetapi wujud disiplin, perencanaan, dan orientasi masa depan.
“Budaya ini, jika tumbuh kuat di tengah generasi muda, akan menjadi modal sosial dan ekonomi penting untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045,” tegas Robert.
Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Sulawesi Utara, Reza W. Dotulung yang
mewakili Gubernur Sulawesi Utara, menyampaikan apresiasi kepada OJK dan seluruh mitra keuangan dan terus dorong sinergi untuk menumbuhkan kebiasaan menabung di kalangan masyarakat.
“Menabung adalah langkah sederhana dengan dampak besar. Ia membentuk karakter hemat dan disiplin, memperkuat ketahanan ekonomi keluarga, sekaligus membangun fondasi bangsa yang mandiri. Mari jadikan gerakan menabung sebagai gaya hidup masyarakat Sulawesi Utara,” ungkapnya.
Diketahui, di ajang agenda HIM dan BLK, yakni periode Juli hingga Agustus 2025, pada rangkaian HIM dan BLK telah dilaksanakan berbagai kegiatan, antara lain, lomba HIM Sulut 2025 yang terdiri dari Kompetisi Cerdas Cermat Keuangan(74 tim, 3 finalis), English Speech Competition (32 peserta, 3 finalis), dan Instagram Reels Competition (10 peserta).
Rangkaian lomba ini bukan hanya seremonial, tetapi menjadi medium generasi muda mengekspresikan kreativitas sekaligus menanamkan literasi keuangan dengan cara yang interaktif dan menyenangkan.Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka peringatan 80 Tahun Kemerdekaan Indonesia dan Hari Indonesia Menabung yang jatuh setiap tanggal 20 Agustus.
Terdapat 1.110 peserta yang hadir pada kegiatan ini, di antaranya terdiri dari mahasiswa, pelajar, dan guru pendamping, di Aula Mapalus, Kantor Gubernur Sulawesi Utara.
Melalui momentum HIM dan BLK 2025, OJK bersama pemerintah daerah dan industri jasa keuangan berkomitmen melahirkan generasi cerdas finansial, tangguh menghadapi era digital, dan siap membawa Indonesia menuju cita-cita 2045.(hilda)













