Palu, Sulutreview.com – PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Distribusi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo (UID Suluttenggo) memberikan dukungan penuh pendidikan vokasi dan pengembangan energi bersih di Indonesia. Salah satu implementasinya terlihat melalui bantuan sarana konversi motor listrik kepada SMK Negeri 3 Palu dalam Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Bantuan yang diberikan sekitar delapan bulan lalu itu kini telah memberikan dampak nyata bagi proses pembelajaran di sekolah tersebut. SMK Negeri 3 Palu yang dikenal sebagai salah satu SMK Pusat Keunggulan di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi di Sulawesi Tengah, kini semakin memperkuat pembelajaran berbasis teknologi kendaraan listrik.
Program tersebut mencakup lima paket peralatan konversi motor listrik, lima unit sepeda motor untuk praktik siswa, perangkat laboratorium pendukung, serta pelatihan dan pendampingan oleh tenaga ahli industri.
General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun, mengatakan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya PLN dalam menyiapkan generasi muda menghadapi transformasi energi.
“PLN tidak hanya fokus menghadirkan listrik yang andal, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam menyiapkan sumber daya manusia yang siap bersaing di masa depan. Melalui bantuan sarana konversi motor listrik ini, kami ingin memastikan siswa SMK Negeri 3 Palu tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi pelaku utama dalam perkembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia,” ujar Usman Bangun.
Ia menambahkan bahwa kolaborasi antara dunia industri dan pendidikan vokasi menjadi kunci dalam mencetak lulusan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi ramah lingkungan.
Di sisi lain, pihak sekolah mengaku merasakan dampak signifikan dari bantuan tersebut. Kepala SMK Negeri 3 Palu, H. Hamka, S.Pd., menyampaikan apresiasinya atas dukungan PLN yang dinilai sangat membantu peningkatan kualitas pembelajaran.
“Program bantuan dari PLN ini sangat bermanfaat bagi SMK Negeri 3 Palu. Kami mendapatkan peralatan praktik yang sebelumnya belum tersedia untuk mendukung pembelajaran. Lima unit motor yang diberikan juga menjadi sarana penting bagi siswa untuk mengasah keterampilan teknis secara langsung,” kata Hamka.
Ia menjelaskan bahwa manfaat program tidak hanya berupa fasilitas, tetapi juga peningkatan kompetensi siswa melalui pelatihan dan pendampingan tenaga ahli.
“Pendampingan dari instruktur membuat kemampuan siswa berkembang lebih cepat karena mereka belajar secara langsung sesuai kebutuhan industri. Bahkan, hasil karya siswa berupa motor listrik konversi kini tidak hanya digunakan sebagai media belajar, tetapi juga dimanfaatkan untuk operasional sekolah serta persiapan menghadapi Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat nasional,” tambahnya.
Para siswa pun kini mendapatkan pengalaman belajar yang lebih aplikatif. Mereka tidak hanya memahami teori, tetapi juga terlibat langsung dalam proses konversi kendaraan listrik dan pengenalan teknologi energi bersih.
Program TJSL PLN ini diharapkan dapat terus memperluas dampaknya, tidak hanya di SMK Negeri 3 Palu, tetapi juga di berbagai sekolah vokasi lain di Indonesia, sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem kendaraan listrik yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.(hilda)













