Sigi, Sulutreview.com – PT PLN (Persero) melalui program PLN Peduli bergerak cepat menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah pada 16 Juni 2026.
Selain melakukan pemulihan jaringan listrik, PLN juga mengirimkan bantuan logistik ke sejumlah titik pengungsian dan fasilitas layanan kesehatan di Kabupaten Sigi.
Penyerahan bantuan dilakukan oleh Vice President Pengendalian Distribusi Sulmapana PLN, Eko Prihandana, bersama jajaran manajemen Unit Induk Distribusi (UID) Suluttenggo, termasuk perwakilan PLN UP3 Palu dan UP2K Sulawesi Tengah.
Bantuan kemudian didistribusikan ke Posko Kecamatan Nokilalaki, Puskesmas Palolo, Puskesmas Nokilalaki, serta pos siaga kelistrikan di Palolo.
Bantuan yang disalurkan mencakup kebutuhan dasar seperti air mineral, beras, sarden, obat-obatan, tandon air beserta perlengkapannya, hingga perangkat penerangan darurat untuk mendukung aktivitas warga di lokasi pengungsian.
General Manager UID Suluttenggo, Usman Bangun, mengatakan bahwa prioritas utama PLN adalah keselamatan masyarakat sekaligus percepatan pemulihan layanan listrik di wilayah terdampak.
“Keselamatan masyarakat dan petugas di lapangan menjadi prioritas utama. Kami mengapresiasi kerja keras seluruh tim yang sejak awal turun langsung di lapangan bersama mitra kerja,” ujarnya.
Ia menambahkan, kerja cepat seluruh tim membuat sistem kelistrikan yang terdampak berhasil pulih dalam waktu singkat. Berdasarkan data PLN UP3 Palu per 17 Juni 2026, seluruh jaringan yang sempat terganggu telah kembali normal, mencakup ribuan pelanggan di wilayah Sigi dan sekitarnya.
Sementara itu, Eko Prihandana menyampaikan bahwa kehadiran PLN di lokasi bencana bukan hanya untuk pemulihan infrastruktur, tetapi juga memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.
“Listrik adalah kebutuhan vital dalam kondisi darurat, terutama untuk layanan kesehatan, komunikasi, dan distribusi bantuan. Melalui PLN Peduli, kami berupaya hadir lebih dekat dengan masyarakat yang terdampak,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Sigi turut memberikan apresiasi atas respons cepat tersebut. Wakil Bupati Sigi, Samuel Yansen Pongi, menyebut kehadiran PLN sangat membantu proses penanganan darurat di lapangan.
“Kami mengapresiasi langkah cepat PLN yang langsung bergerak sejak hari pertama. Pemulihan listrik sangat membantu layanan kesehatan, distribusi bantuan, hingga aktivitas posko pengungsian,” ungkapnya.
Sementara itu, berdasarkan keterangan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut berpusat di tenggara Kota Palu dengan kedalaman dangkal dan masih diikuti aktivitas gempa susulan.
Adapun data dampak wilayah diperkuat oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sulawesi Tengah (BPBD Sulteng), yang mencatat kerusakan signifikan di sejumlah kecamatan di Kabupaten Sigi.
PLN juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap informasi yang tidak terverifikasi serta memanfaatkan kanal resmi layanan PLN Mobile atau Contact Center 123 untuk pelaporan kondisi kelistrikan darurat.
Sebagai perusahaan penyedia listrik nasional, PT PLN (Persero) menegaskan komitmennya untuk terus hadir dalam penanganan bencana, baik melalui pemulihan infrastruktur maupun dukungan sosial bagi masyarakat terdampak.(hilda)













