Minahasa, Sulutreview.com – Penjabat (Pj) Bupati Minahasa Dr Noudy R.P. Tendean, SIP, MSi melalui Asisten II Dr Arody Tangkere, MAP menghadiri sekaligus melantik Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Minahasa, Selasa (23/10/2024) di Kantor PDAM.
Serah terima jabatan dilaksanakan antara Direktur yang lama Ir Rendy Rompas kepada Plt Direktur PDAM Minahasa Denny Tangkere, SPi.
Dalam sambutannya, Asisten II Dr Arody Tangkere, MAP menyampaikan pergantian Direktur ini adalah hal biasa terjadi di dalam Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
“Plt Direktur PDAM Minahasa yang baru, menurut bupati, bisa melakukan penataan di perusahan milik BUMD di masa yang akan datang, karena mendapatkan penilaian yang baik,” kata Tangkere.
Berdasarkan profesional di bidang PDAM ini, menurut Asisten II, Plt Direktur PDAM sudah mengetahui banyak tentang pekerjaan di bidang air bersih. Sebab, pak Denny perna menjabat sebagai Kabag Umum di perusahan air minum ini, sebelum menjadi staf khusus Bupati sehingga sangat pantas untuk memimpin PDAM Minahasa.
“Pak Bupati dan Sekda sangat berharap bisa menjadikan PDAM Minahasa ini sebagai Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda) dapat terwujud di masa yang akan datang,” ungkapya.
Untuk itu, diucapkan selamat melaksanakan bertugas kepada Denny Christian Tangkere, SPi sebagai Plt Direktur PDAM Minahasa.
“Semoga melalui kepemimpinan bapak di sini, perusahan air minum ini bisa membawa PDAM menjadi sehat,” ungkapnya.
Selain itu, disampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya Kepada Ir Rendy Rompas, karena sudah memimpin PDAM ini selama 4 tahun.
“Sekali lagi mewakili pak Penjabat Bupati Noudy Tendean dan Sekda Lynda Watania mengucapkan terima kasih,” ucapnya.
Sementara itu, Plt Direktur PDAM Minahasa Plt Denny Tangkere, SPi mengucapkan terima kasih kepada bapak Pj Bupati Minahasa bersama Sekertaris Daerah karena telah mempercayai dirinya memimpin di perusahan air minum ini.
“Dengan kepercayaan ini, saya akan memperbaiki kondisi yang belum sehat atau sakit kata Asisten tadi, menjadi termaksimalkan sesuai program-program yang telah disusun direksi PDAM yang lama,” kata Denny.
Untuk merubah itu menjadi baik, kata Denny, tentu ada target yang harus dibenahi, seperti manejem PDAM maupun masalah teknis lainnya. Sebab, perusahan ini menjadi sorotan karena pelayanan air bersihnya dinilai belum maksimal.
“Dengan kepemimpinan saya disini, akan berusaha lebih di maksimal lagi. Intinya, keluhan-keluhan pelanggan dapat diatasi, karena jika pelayanan tersendat sangat mempengaruhi pendapatan, begitu sebaliknya kalau pelayanan bagus otomatis pendapatan PDAM bertambah, dan tadi dibilang Asisten II sakit bisa berubah menjadi sehat,” tandasnya.(engel)













