Sulut Targetkan 100 Persen Transformasi Digital Pendidikan di 2025

Wagub Steven Kandouw saat kick off transformasi digital pendidikan. Foto : ist

Manado, Sulutreview.com – Penguasaan teknologi yang sejalan dengan transformasi digital pendidikan, menjadi target Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) untuk memudahkan proses pembelajaran dan meningkatkan kualitas pendidikan.

Wakil Gubernur Sulut Steven OE Kandouw menargetkan Sulut harus mencapai 100 persen transformasi digital pendidikan di 2025 mendatang.

Untuk mencapai maksud tersebut, Wagub Kandouw memerintahkan Kepala Dinas Pendidikan Sulut Femmy Suluh untuk menentukan sekolah mana saja yang siap, hingga di 2023 ini.

“Target 75 persen sudah digitalisasi di tahun 2023 dan 100 persen di Januari 2025 mendatang,” tutur Wagub Kandouw di Rapat Koordinasi Satuan Pendidikan yang dirangkaikan dengan Kick Off Transformasi Digital Pendidikan di Mapalus Kantor Gubernur Sulut, Rabu (22/11/2023).

Sebagai upaya kelancaran digitalisasi, Wagub Kandouw menyampaikan bahwa setiap siswa akan mendapatkan tablet gratis, namun baru dikhususkan untuk sekolah yang bekerja sama dengan google.

“Salut untuk kerja sama dengan google yang membantu pendidikan kita, momentum ini tolong dioptimalkan. Tunjuk saja SMA dan SMK yang siap,” tukasnya.

Pendidikan saat ini, sebut Wagub Kandouw sudah waktunya berbicara tentang pendidikan yang modern yang tidak lepas dari digitalisasi.

“Kick off ini harus dibarengi dengan implementasi bukan sebatas seremonial tanpa realisassi, karena itu akan percuma,” tukasnya sembari menambahkan untuk suksesnya digital pendidikan tak lepas dari peran kepala sekolah dengan dimonitor oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan.

“Pendidikan di Sulut harus menciptakan anak didik yang bersaing. Upgrade dengan kehidupan sehari-hari hari dan terapkan digitalisasi. Itu bukan sekedar menggunakan gadget tetapi jauh lebih tinggi, yang harus kita terapkan bersama mulai dari penggunaan dana BOS, DAK, Dapodik dan semua yang harus digitalisasi sebagai penyampaian utama dalam pemberian materi pendidikan,” jelas Kandouw.

Target tersebut, ungkap Wagub Kandouw sudah tidak bisa ditunda. “Mindset digitalisasi harus diupayakan supaya dengan kewenangan dana BOS kita arahkan ke digitalisasi,” ujarnya.

Terkait dengan berbagai penghargaan yang diraih di bidang pendidikan, Wagub Kandouw mengingatkan untuk tidak jalan di tempat. Karena prioritas pembangunan SDM, menjadi inti dari kelangsungan pendidikan.

Ia mendorong agar lulusaan SMA/SMK dan SLB di Sulut mampu terserap dalam lapangan pekerjaan. Karena itu, SMA/SMK/SLB harus dipersiapkan.

“Pemerintah Provinsi Sulut saat ini, mendorong agar lulusan di Sulut dapat bekerja di Jepang. Untuk itu, upgrade dengan pelatihan untuk mendapatkan Specified Skilled Workers (SSW). Saya sudah melihat langsung mereka tinggal di tempat yang aman, makanan memenuhi syarat, dengan gaji yang cukup besar, lebih besar dari gaji sepala sekolah,” sentilnya.

Ia menyampaikan, saat ini, sudah tercatat sebanyak 235 lulusan SMA dan SMK yang mengikuti pelatihan. “Update pendidikan anak-anak dengan konteks kehidupan untuk ciptakan anak-anak supaya masuk kualifikasi,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Kepala Dinas Pendidikan Sulut, Femmy Sulut menjelaskan bahwa transformasi digital pendidikan untuk
meningkatkan mutu pendidikan sesuai visi misi Gubernur Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw.

“Saat ini ada 231 SMA, 194 SMK dan
35 SLB sehingga jumlahnya 463 sekolah yang hadir atau 80 persen,” ujarnya.

Femmy melaporkan bahwa atas
kerja keras Pemprov Sulut dapat anugerah Kihajar dengan kategori Jawara Belajar Id dari Kemenristekdikti. Juga penghargaan Bunda PAUD provinsi terbaik nasional.

“Anugerah ini memacu semangat dan motivasi, termasuk kick off transformasi di bidang pendidikan untuk memperlancar bidang pendidikan yang efisien dan efektif,” tuturnya.

Turut hadir, Sekprov Sulut Steve Kepel, jajaran kepala sekolah dan siswa se Sulut.(eda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *