Jakarta, Sulutreview.com – Telkomsel terus memperkuat komitmennya terhadap praktik bisnis berkelanjutan melalui berbagai inisiatif lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) yang dijalankan secara terintegrasi dalam tiga pilar utama, yakni Jaga Cita, Jaga Data, dan Jaga Bumi.
Melalui pilar Jaga Bumi, Telkomsel berupaya meminimalkan jejak karbon sekaligus memastikan layanan telekomunikasi tetap andal di tengah tantangan perubahan iklim. Hingga 2025, sebanyak 361 Base Transceiver Station (BTS) Telkomsel telah memanfaatkan energi terbarukan melalui pemanfaatan panel surya dan mikrohidro.
Tak hanya itu, perusahaan juga mencatat capaian 100 persen pengelolaan limbah elektronik melalui skema recycle, reuse, dan refurbish. Seluruh kemasan kartu SIM Telkomsel kini juga telah menggunakan material kertas yang lebih ramah lingkungan.
Sebagai bagian dari upaya carbon offsetting, Telkomsel telah menanam lebih dari 12 ribu pohon mangrove sepanjang 2025. Perusahaan juga terus memperkuat ketahanan aset fisik seperti BTS, Telkomsel Technical Center (TTC), hingga gedung operasional untuk menghadapi dampak perubahan iklim yang semakin nyata.
Komisaris Utama Telkomsel sekaligus Wakil Menteri Lingkungan Hidup RI, Diaz F.M. Hendropriyono, menegaskan bahwa perubahan iklim merupakan tantangan global yang membutuhkan keterlibatan aktif dunia usaha.
“Perubahan iklim adalah tantangan nyata yang dampaknya sudah dan akan semakin dirasakan. Dunia usaha perlu mengambil peran lebih besar untuk mendorong praktik yang lebih hijau dan berkelanjutan. Saya mengapresiasi Telkomsel yang, meskipun tidak berada di sektor ekstraktif, tetap menunjukkan kepedulian nyata terhadap keberlanjutan,” ujarnya.
Menurut Diaz, perusahaan yang konsisten menjaga keberlanjutan akan memperoleh kepercayaan yang lebih besar dari masyarakat dan memiliki nilai tambah bagi generasi mendatang.
Sementara itu, Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, menekankan bahwa pertumbuhan bisnis harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
“Sebesar apa pun pertumbuhan yang kita capai, semuanya akan kehilangan makna jika lingkungan tidak terjaga dan kualitas hidup masyarakat ikut menurun. Kami telah dan akan terus berinovasi dan berkembang agar kontribusi keberlanjutan Telkomsel semakin terasa, baik dari sisi jangkauan maupun kualitas dampaknya,” kata Nugroho.
Selain aspek lingkungan, Telkomsel juga menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat melalui pilar Jaga Cita. Sepanjang 2025, perusahaan melayani 156,1 juta pelanggan mobile dan 10,3 juta pelanggan IndiHome B2C yang didukung lebih dari 293 ribu BTS di seluruh Indonesia, termasuk di lebih dari 360 desa blank spot.
Telkomsel juga membina sekitar 90 ribu pelajar, pelaku UMKM, komunitas, dan talenta muda melalui berbagai program sosial berbasis digital. Di sisi internal, perusahaan terus memperkuat kompetensi karyawan pada bidang-bidang strategis seperti kecerdasan buatan (AI), keamanan siber, dan data science.
Pada pilar Jaga Data, Telkomsel memperkuat perlindungan data pelanggan melalui penerapan standar internasional ISO 27001, ISO 27701, dan ISO 25010 guna memastikan keamanan informasi dan ketahanan siber yang andal.
Dampak keberlanjutan Telkomsel juga dirasakan lebih luas oleh berbagai pemangku kepentingan. Sepanjang 2025, sekitar 83 persen dari total pendapatan perusahaan didistribusikan kembali kepada pemerintah, pemegang saham, pemasok dalam rantai pasok, dan karyawan. Kontribusi tersebut didukung oleh lebih dari 235 ribu mitra outlet ritel yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Direktur Planning & Transformation Telkomsel, Wong Soon Nam, menegaskan bahwa perjalanan menuju bisnis berkelanjutan hanya dapat dicapai melalui kolaborasi yang kuat.
“Telkomsel ingin terus mendorong kolaborasi agar kita bisa bergerak bersama menciptakan dampak nyata bagi Indonesia. Kami berharap dapat menjadi teladan, katalis, dan sumber inspirasi dalam menjaga bumi serta membangun generasi masa depan yang lebih berkelanjutan,” ujarnya.
Sebagai bagian dari implementasi strategi keberlanjutan GoZero Telkom Group, Telkomsel menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam upaya pengurangan emisi dan mendukung target Net Zero Emission 2060 yang dicanangkan Telkom Group.(hilda)













