Ketua KPK Firli Bahuri Dorong Civitas Unsrat Perangi Korupsi

Ketua KPK Firli Bahuri bersama Rektor Unsrat Betty Sompie. Foto : istimewa

Manado, Sulutreview.com – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Komjen (Purn) Drs. Firli Bahuri M.Si melakukan kunjungan kerja ke Universitas Sam Ratulangi pada Jumat (28/07/2023).

Secara khusus, Firli menginspirasi dan mengajak seluruh Civitas Unsrat serta menekankan betapa pentingnya peran generasi muda dalam memerangi korupsi.

Ia juga mendorong mahasiswa untuk menjadi agen perubahan yang berkontribusi aktif dalam menciptakan masyarakat yang bersih dari korupsi.

“Dalam melawan korupsi, kita harus bersatu dan bekerja bersama sebagai satu kesatuan. Mahasiswa adalah harapan bangsa, dan peran kalian sangat penting dalam memerangi korupsi,” tukasnya.

Kuliah umum tentang antikorupsi, sambung Firli sangat penting. Karena bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang korupsi serta peran penting pencegahan dan pemberantasan korupsi dalam pembangunan bangsa.

“Sebagai lembaga anti-korupsi yang berperan krusial di Indonesia, KPK memiliki tanggung jawab besar dalam memberantas tindakan korupsi yang merugikan masyarakat dan negara,” ujarnya.

Ketua KPK Firli Bahuri bersama Civitas Unsra

Ketua KPK yang secara khusus mengunjungi dan bertemu dengan civitas Fakultas Hukum Unsrat itu, mengingatkan tentang bahaya politik uang atau money politic yang kerap terjadi pada saat pemilihan umum maupun pemilihan kepala daerah.

Padahal, sejatinya, sesuai landasan ideal demokrasi Indonesia, rakyat adalah pemilik suara, pemilik kekuasaan tertinggi. Sehingga
tidak ada intimidasi dalam menyalurkan hak politiknya. 

“Paham Vox Populi Vox Dei, memiliki pemahaman yang sangat mulia. Artinya, suara rakyat adalah suara Tuhan. Tetapi secara tidak sadar kita memperjual belikan suara itu,” ujarnya.

Saat ini, ungkap Firli, Indonesia mempunyai 26 parpol, 20 parpol nasional, enam partai lokal. Namun jumlah pemilih tidak bertambah signifikan.

Ia menganalogikan, jika satu suara dibayar Rp200.000 saat Pemilu, kemudian dibagi lima tahun, maka hanya Rp40.000 setahun atau Rp109 per hari.

“Sungguh memiriskan, begitu murahnya hatha suara kita. Kita sudah menggadaikan suara kita,” tandasnya.

Untuk itu, Ia menegaskan agar dunia kampus menggalakkan budaya antikorupsi. 

“Saya minta tidak ada yang terjebak dengan jual beli suara. Karena kalau itu terjadi, korupsi tidak bisa kita hentikan,” tandasnya.

Pada kesempatan ini, Rektor Unsrat, Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie M.Eng. IPU. Asean. Eng menyambut baik kunjungan kerja Ketua KPK.

Menurutnya, perguruan tinggi merupakan salah satu kawah candradimuka untuk menghasilkan para pemimpin bangsa, di mana para generasi terpilih menempa diri dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Sekaligus tempat untuk pembentukan karakter teristimewa karakter pemimpin bangsa yang perlu dibekali dengan pendidikan anti korupsi agar kampus dapat menjadi pelopor pembaharuan karakter bangsa, yang mampu melahirkan pemimpin yang bersih, dalam penyelenggaraan pemerintahan yang clean and good governance. Baik saat ini maupun di masa yang akan datang,” tukasnya

Melalui pemerintahan yang bersih, sambung Prof Sompie, maka para pemimpin dan calon pemimpin bangsa dapat membawa bangsa Indonesia ke arah yang lebih baik, adil makmur dan sejahtera.(hilda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *