Manado, Sulutreview.com – Sekretaris Komisi 1 DPRD Sulawesi Utara (Sulut), Henry Walukow dengan lantang sebut banjir bandang yang terjadi di Kabupaten Minahasa Utara (Minut) akibat ilegal logging, Selasa (11/4/2023) pada rapat pembahasan LKPJ Gubernur Sulut di ruang rapat paripurna DPRD Sulut.
Walukow mengatakan bahwa secara tidak kasat mata banjir bandang yang terjadi pada beberapa waktu lalu adalah akibat dari hutan yang gundul. “Sejauh ini kami mempertanyakan kepada Dinas Kehutanan provinsi Sulut, yang mana sudah ada beberapa kasus ilegal logging yang belum di proses atau menangkap oknum yang melakukan penebangan pohon di hutan,” ujarnya.
Lebih lanjut lagi, Walukow mempertanyakan tidak adanya pengawasan atas kasus ilegal logging, jangan – jangan para pelaku ilegal logging tersebut punya akses atau ‘bermain mata’ dengan aparat kehutanan.
Perlu diketahui kerusakan hutan akibat ulah manusia akan berdampak terhadap bencana yang terjadi di Indonesia, termasuk di desa Klabat.
“Dengan adanya bencana besar seperti banjir dan tanah longsor, saya sebagai wakil rakyat mengimbau untuk tidak melakukan penebangan pohon secara ,” imbau Walukow legislator dari partai demokrat.
Ini perlu di evaluasi juga termasuk program-program penghijauan kembali akibat gundulnya Gunung Klabat tersebut dan untuk dinas kehutanan sampaikan progres di tahun mendatang. Sebab tanpa disadari nanti kerusakan hutan akan menjadi malapetaka terutama bagi masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana.(lina)













