Komisi II DPRD Sulut Hearing Kelangkaan Solar Bersubsidi

Komisi II DPRD dan perwakilan Komisi III saat membahas subsidi BBM
IMG-20210818-WA0009

Manado, Sulutreview.com – Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Provinsi Sulawesi Utara atau Indonesian Logistic and Forwarders Association (ILFA) memberikan surat permohonan hearing ke anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara terkait kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar bersubsidi yang terjadi di wilayah Provinsi Sulut.

Terkait permohonan hearing tersebut Komisi I, Komisi II, Komisi III dan Komisi IV DPRD Provinsi Sulut langsung menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) lintas komisi bersama ALFI, PT. Pertamina Manado, Hiswana Migas DPC Wilayah V Manado, Biro Perekonomian Provinsi Sulut, Kadis Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang di pimpin oleh Ketua Komisi II, Cindy Wurangian, Selasa (19/10/22).

Bacaan Lainnya

Ada beberapa poin yang disampaikan oleh ALFI dalam RDP ini, poin pertama yaitu terkait dengan kelangkaan BBM jenis solar yang semakin parah sehingga menimbulkan antrian panjang mobil angkutan logistik di hampir semua SPBU yang ada di Sulut, sehingga antrian mencapai 2 km serta berdampak pada terganggunya aktivitas ekonomi masyarakat.
Kedua pada kenyataan yang ada di lapangan kelangkaan BBM ini disebabkan penyaluran BBM jenis solar yang tidak sesuai kapasitas serta tidak ada pembatasan pengisian untuk truk-truk dari luar yang masuk di wilayah Sulut.
Ketiga kelangkaan solar dan antrian panjang di setiap SPBU di wilayah Sulut yang berlarut-larut ini memberikan tidak adanya kepedulian dan perhatian dari pemerintah Provinsi Sulut, padahal angkutan darat merupakan urat nadi perekonomian bukan hanya perannya yang sangat dominan melainkan juga konektivitasnya sangat erat dengan mode angkutan lain baik laut maupun udara karena semua moda lain bergantung pada angkutan darat
untuk mengirim barang dari hulu hingga ke hilir atau ke konsumen.
Keempat kelangkaan BBM jenis solar seharusnya tidak terjadi ketika ekonomi sedang menurun seperti sekarang.

Terkait poin-poin kelangkaan BBM bersubsidi yang telah disampaikan oleh ALFI Sulut, pihak PT. Pertamina melalui Sales Manager Pertamina Manado, Tito Rivanto menjanjikan serta menjamin bahwa dalam waktu 7 hari ke depan tidak akan ada lagi kelangkaan BBM jenis solar bersubsidi dan tidak akan ada lagi antrian panjang di SPBU se-Kabupaten/Kota. Di samping itu PT. Pertamina meminta kepada DPRD Sulut agar dapat membantu dalam penambahan kuota BBM dari Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas)

“Beri kami waktu 7 hari kedepan. Kami janji dan jamin tidak akan ada lagi antrian panjang di SPBU, asalkan DPRD membantu untuk mendapatkan penambahan kuota dari BPH Migas,” ucap Tito Rivanto dalam hearing lintas komisi DPRD Sulut.

Selanjutnya, Ketua Komisi II DPRD Sulut Cindy Wurangian di akhir RDP kelangkaan solar bersubsidi, memberikan beberapa kesimpulan.

”Kesimpulan pertama, data pertamina dan hiswana migas disampaikan ke Pemprov dan DPRD secara berkala. Kedua pihak ALFI akan sampaikan “Pemain” atau oknum yang bermain, kepada pihak DPRD. Ketiga tanggal 26 Oktober pekan depan pihak Pertamina menjamin tidak akan ada lagi antrian di SPBU dengan tidak merugikan pihak manapun termasuk SPBU. Ketiga Pemprov Sulut akan menyurat secepatnya untuk permintaan penambahan kuota BBM jenis solar. Keempat pihak Pertamina diminta menjamin ketersediaan BBM jenis lainnya dan gas untuk tetap tersedia terlebih menghadapi Natal dan tahun baru. Kelima Pemprov melalui keasistenan perekonomian menyampaikan laporan kepada Komiis II serta Pemprov membentuk tim monitoring dan evaluasi terkait hal ini agar tidak lagi terjadi kelangkaan BBM. Demikianlah kesimpulan-kesimpulan yang ada pada RDP ini,” tegas Cindy Wurangian.

Sejumlah anggota DPRD Sulut yang hadir dalam RDP lintas komisi ini, yaitu Cindy Wurangian, Ivan Lumentut, Sandra Rondonuwu, Nick Lomban, Inggried Sondakh, Sjenny Kalangi, Berty Kapojos, Agustien Kambey, Sherly Tjanggulung, Amir Liputo, Jems Tuuk, Herry Rontinsulu, Fabian Kalo.(lina)

banner 300x250