Terpapar Covid-19, dr Miryam Pinontoan SpPD Meninggal Dunia

Wafatnya dr Miryam meninggalkan duka mendalam bagi kalangan tenaga kesehatan dan masyarakat Sulut
IMG-20210818-WA0009

Manado, Sulutreview.com – Awan duka menyelimuti Bumi Nyiur Melambai, di mana salah seorang yang berada di garda terdepan penanganan Covid-19, dr Miryam Pinontoan SpPD dipanggil Sang Pencipta pada Jumat (20/08/2021).

Almarhum dr Miryam, diketahui terpapar Covid-19 dan mendapatkan perawatan intensif di ruang Palma RSUP Prof RD Kandou Manado, sejak tanggal 31 Juli hingga menghembuskan nafas terakhir, 20 Agutus pukul 22.30 Wita.

Bacaan Lainnya

Menurut keterangan Direktur RSUP Prof RD Kandou, Dr dr Jimmy Panelewen SpB-KBD, bahwa almarhumah dr Miryam, saat dinyatakan terpapar Covid-19, dalam kondisi yang masih fit dan normal. Bahkan masih dapat berkomunikasi dengan keluarga dan rekan sejawat.

“Saat dirawat, kondisi dr Miryam masih normal. Bahkan masih dapat berkomunikasi dengan keluarga dan rekan sejawatnya,” ungkap dr Panelewen.

Gugurnya dr Miryam, sebut dr Panelewen telah menambah deretan para tenaga dokter yang terpapar Covid-19.

“Ini merupakan fakta medis bahwa Covid-19 benar-benar ada dan berbahaya,” tukasnya sembari menambahkan bahwa berbagai upaya untuk proses kesembuhan dr Miryam telah dilakukan, namun Tuhan berkehendak lain.

“Segala upaya dan prosedur telah kita lakukan untuk menyelamatkan dr Miryam. Namun Tuhan berkehendak lain,” kata dr Panelewen.

Kematian salah seorang nakes terbaik di Sulut ini, diharapkan menjadi jawaban atas banyaknya kritikan dan pertanyaan, terkait pasien terpapar Covid-19, yang saat masuk dalam keadaan stabil dan baik-baik, namun dalam waktu cepat meninggal dunia.

“Saat dirawat kondisi fisik dr Miryam sangat normal. Namun dalam waktu singkat berubah drastis sampai meninggal dunia,” jelas Panelewen.

Akan hal itu, sambung Panelewen, dunia kesehatan di seluruh dunia terus berupaya dengan prosedur yang ada untuk mengatasi Pandem Covid-19. Baik dari aspek medis dan non medis.

“Untuk itu masyarakat Sulut, diimbau untuk mendukung sepenuhnya upaya pemerintah dalam hal pencegahan lewat disiplin penerapan prokes. Terlebih dapat memahami dan mendukung upaya para nakes yang selalu berada di garda utama dalam mengatasi dan berupaya menyelamatkan pasien yang terpapar Covid-19 tanpa pilih status sosial sang pasien,” bebernya.

Atas pribadi dan keluarga besar RSUP Prof RD Kandou, dr Panelewen mengaku sangat merasa kehilangan figur nakes terbaik.

“Kami sangat kehilangan sosok dr Miryam. Kami berdoa keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan oleh Tuhan. Dan kepada masyarakat Sulut, kiranya tetap waspada. Karena pandemi Covid-19 belum terkendali,” ujarnya.

Diungkap Koordinator Program Studi Ilmu Penyakit Dalam, Prof dr Linda Rotty, SpPD-KHOM,FINASIM, menyakan duka yang mendalam.

”Selamat jalan pahlawan kemanusiaan dr. Miryam Pinontoan M.Kes, SpPD. Tuhan yang memberi Tuhan yang mengambil. Terpujilah Nama Tuhan. Selamat Menikmati surga yang kekal dear dr Mia. Di sana kau kan trus memuji dengan suaramu yang indah, menari tak henti dan takkan  pernah lelah. Semua mimpimu sudah terjawab tepat waktunya Tuhan. Tuhan pasti sumber kekuatan dan penghiburan terus menghibur keluarga, orang tua dan suami tercinta,” kata dr Linda Rotty.

Almarhum menurut dr Linda merupakan anak didik yang baik, tidak pernah mengeluh, serta mempunyai suara yang indah.

“Almarhum merupakan torang pe vokalis dalam Interna Voice,” tambahnya.

Diketahui, almarhumah dr Miryam merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi (FK-Unsrat), yakni dokter spesialis penyakit dalam yang tengah mengabdi di RS Siloam Sonder.

Almarhum meninggalkan seorang suami, Ir Michael Rompas dan orang tua Prof Dr Ir Odi Roni Pinontoan MS dan Ibu Pdt Dr Johana Setlight MTh.

Jenazah almarhum dimakamkan di ladang pekuburan Lansot Tareran, yakni kampung asal keluarga almarhum.(srv)

banner 300x250