Aksi Gerakan TP PKK Bitung yang Gencar Sosialisasi Pembuatan Pupuk Kompos, Diapresiasi KLH RI

Bitung, Sulutreview.com– Gerakan Tim Penggerak PKK yang terus gencar mensosialisasikan pembuatan pupuk kompos di seluruh kelurahan di Kota Bitung di tahun 2026 ini.

Ternyata mendapat apresiasi yang tinggi, oleh lembaga Nasional oleh Kementrian Lingkungan Hidup (KLH) RI.

Hal ini terungkap, pada Work Shop Pengolahan Sampah yang dilaksanakan pihak Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) melalui Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup (Pusdal LH) Wilayah Sulawesi-Maluku bersamaan dengan Pelatihan Pembuatan Kompos dari Sampah Rumah Tangga yang dihadiri langsung oleh Ketua TP PKK Ny Ellen Honandar Sondakh serta pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Dimana pihak Kementerian Lingkungan Hidup melalui Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup (Pusdal LH) Wilayah Sulawesi-Maluku Bapak Kepala Bidang Wilayah 1 Pusdal LH Sulawesi Malut Andi Samra Salam yang secara terbuka menyampaikan apresiasi kepada Ketua TP PKK Kota Bitung, Ny Ellen Honandar Sondakh SE, atas konsistensinya mengedukasi warga mengolah sampah menjadi pupuk kompos.

Apresiasi ini bukan tanpa alasan, apalagi di tengah situasi yang tidak ringan yang secara nasional, 336 kabupaten/kota, termasuk Bitung tercatat berstatus darurat sampah, bahkan sempat menerima sanksi administratif dari Kementerian Lingkungan Hidup akibat pengelolaan tempat pembuangan akhir yang belum optimal.

Di tengah tekanan itulah, langkah PKK Bitung turun langsung ke tingkat kelurahan menjadi terobosan yang dinilai patut dicontoh daerah lain.

Ellen Honandar Sondakh SE, sebelumnya dalam setiap sambutan di pelatihan pembuatan kompos, bahwa jika ditekuni Sampah Bukan Beban, tapi Peluang
Ellen menegaskan bahwa mengelola sampah bukan sekadar soal kebersihan, tapi juga bisa menjadi sumber penghasilan tambahan bagi warga.

Sampah plastik yang telah dipilah, misalnya, bisa dijual ke bank sampah atau disulap menjadi produk kerajinan yang siap dipasarkan lewat Dekranasda.

Sementara untuk sampah organik yang mendominasi limbah rumah tangga, ia mendorong warga mengolahnya menjadi kompos.

Pihak KLH pun sangat takjub dengan aksi yang dilakukan Ketua TP PKK Bitung Ny Ellen Honandar Sondakh, menurutnya PKK adalah roda penggerak keluarga dan masyarakat sangat tepat dilakukan oleh TP PKK Bitung dalam meminimalisir volume sampah di Bitung ini.

Menurutnya, nilai ekonomis kompos yang mencapai Rp 5.000 per kilogram menjadikan kegiatan ini bukan hanya soal menjaga lingkungan, tetapi juga menambah pemasukan keluarga.

“Kompos memiliki nilai ekonomis, jadi selain menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan, dapat menambah pendapatan,” katanya.

Pada giat di Danowudu ini kegiatan diawali sosialisasi pelatihan pembuatan pupuk kompos yang dipimpin Ketua TP PKK Ny Ellen Honandar Sondakh SE, kemudian dilanjutkan dengan demo pembuatan kompos yang disaksikan Camat Fransisca Komalig Ketua TP PKK Kecamatan Ranowulu Bapak Marselinus Hanny Karundeng, Ketua Pokja III TP PKK Ny Tenty Sakul dan Rine Sigarlaki dan Staf Ahli Ny Telly Lengkong para Lurah se-Kecamatan Ranowulu diantaranya Lurah Pinasungkulan Steven Moningka SE, dan perwakilan masyarakat.(zet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *