Hebat!! Sulut Akhirnya Bisa Ekspor Komoditas Pertanian Senilai 63.6 Miliar

IMG-20210818-WA0009

Gubernur Sulut Olly Dondokambey (paling kanan) didampingi Wali Kota Bitung Ir Maurits Mantiri MM saat menghadiri Ekspor Merdeka di Kota Bitung

Bitung, Sulutreview.com– Pengembangan Ekspor di Sulawesi Utara (Sulut) nampaknya terus bergeliat meski dibawah tekanan Pandemi Covid-19 yang saat ini terus melanda.

Bacaan Lainnya

Buktinya saat ini, dibawah Pemerintahan Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE dan Wakil Gubernur Steven Kandouw SE, sektor Pertanian nampaknya diam-diam terus digenjot dan dikembangkan di wilayah Nyiur Melambai saat ini.

Hal ini bisa dilihat, pada kegiatan Merdeka Ekspor yaitu Pelepasan Ekspor Komoditas Pertanian Provinsi Sulut senilai yang cukup fantastis, yaitu 63.6 miliar yang akan di ekspor ke-14 Negara di Dunia ini, mengambil Tema “Mendorong Produktifitas Pertanian untuk memacu peningkatan eksport dalam mendukung pemulihan ekonomi Nasional” yang dilaksanakan di Pelabuhan Kota Bitung Sabtu (14/08/2021) yang dihadiri langsung oleh Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE serta Sekretaris Provinsi Sulut Edwin Silangen serta Kapolda Sulut Irjend Pol Drs Nana Sudjana MM dan Danrem 131 Santiago Brigjend TNI Meyer Putong SH serta Wali Kota Bitung Ir Maurits Mantiri MM, Ketua Fraksi PDI Perjuangan Bitung Geraldi M Mantiri SE, pihak Karantina Sulut, petinggi Bea Cukai Sulut dan Kepala Terminal Peti Kemas Bitung serta pihak PT Pelindo IV, Kepala KSOP Bitung.

Saat tiba dilokasi, acara Merdeka Export Gubernur langsung melakukan penyegelan hasil pertanian di Sulut yang akan di Export melalui 1 Kontainer kemudian memantau akan hasil komoditas yang diexport salah satunya adalah beberapa jenis Bunga yang membuat Gubernur dan para undangan tertarik.

Usai melakukan pemantauan, pihaknya langsung mengikuti Merdeka Expor secara serentak yang sebelumnya mendengarkan sambutan oleh Kepala Balai Karantina Pertanian Manado. Donni Muksydayan Saragih.

Menurutnya tujuan melaksanakan instruksi Presiden untuk meningkatkan investasi dan ekspor yaitu.

– Membuktikan sektor pertanian menjadi tulang punggung ekonomi disaat pandemi covid 19.

– Menggerakan agar semua kabupaten/kota mengakselerasi ekspor. Komitmen pemerintah untuk memberi kemudahan ekspor.

– Mendorong pencapaian program gerakan tiga kali ekspor (Gratieks) Pertanian.

Usai sambutan, Kepala Balai Karantina Pertanian Manado langsung dilanjutkan dengan Tele Conference yang dipimpin langsung oleh President RI Joko Widodo serta dihadiri Menteri Pertanian dan sejumlah wilayah yang menjadi peserta Merdeka Export di seluruh Indonesia.

Sepintas pada acara Teleconference tersebut, President RI mengucapkan banyak terimah kasih kepada seluruh Petani diseluruh Indonesia yang telah berpartisipasi dalam mengembangkan sektor Pertanian, sehingga meski dimasa Pandemi Covid-19, bisa exis dengan adanya Export Merdeka saat ini dalam mendukung pemulihan ekonomi Nasional.

Sementara itu, Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE pada sambutanya mengatakan bahwa dengan adanya Merdeka Ekspor ini, “saya terus mendukung dan mendorong ekspor komoditas pertanian sulawesi utara dengan merapatkan barisan serta bersinergi dengan instansi terkait. Saya mengajak eksportir membangun hubungan yang kuat (strong partnership) dengan UMKM dan IKM, membangun aliansi antara eksportir dengan petani baik melalui Gapoktan dan lain lain,” kata Olly.

Selain itu, lanjutnya bahwa besar harapannya agar Balai Karantina Pertanian dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulut juga melakukan strong partnership dengan par eksportir dan petani atau sektor yang menjadi komoditas andalan ekspor Sulut.

“Pada kesempatan ini, saya juga mengajak para Bupati dan Wali Kota untuk semakin membangun sektor Pertanian di daerahnya masing-masing,” ujarnya.

Diketahui adapun komoditas yang di ekspor ada 77 komoditas diantaranya yaitu Bungkil Kelapa, Minyak Kelapa Mentah, Ampas Sawit, Minyak Kelapa, Minyak Sawit Mentah, Palm Kernel Expeler, Kelapa Parut, Pala Biji, Santan Kelapa dan RDB Palm Stearin, Bunga Pala, (zet)

banner 300x250