Astaga!! Serapan Anggaran Rendah, Geraldi CS Akan Panggil Walikota-Wawali Bitung

IMG-20210818-WA0009

Geraldi Efraim Mathias Mantiri SE

Bitung, Sulutreview.com- Diam-diam pihak DPRD Kota Bitung terus memantau pergerakan penyerapan anggaran Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kota Bitung Tahun 2021 saat ini.

Bacaan Lainnya

Celakanya, dari hasil evaluasi sampai bulan Juni tanggal 15 penyerapan anggaran nampaknya, masih jauh pada progres di rel penyerapan anggaran yang diharapkan sebab baru mencapai 29.87 persen dari total pagu anggaran sebesar Rp 853.402.276.706.

Buntutnya lewat Fraksi PDI Perjuangan Kota Kota Bitung, akan segera menyurati soal ini kepada pihak eksekutif dalam hal ini Walikota. Ir Maurits Mantiri MM dan Wawali Hengky Honandar SE serta berpotensi memanggil ke DPRD untuk menjelaskan atau mengklarifikasi akan serapan anggaran APBD yang masih jauh dari harapan tersebut.

Hal ini disampaikan, oleh Ketua Fraksi PDI Perjuangan Bitung Geraldi Efraim Mathias Mantiri SE saat bersua dengan sejumlah wartawan Jumat (18/06/2021).

Menurut Geraldi bahwa pihaknya sangat kaget dan bingung terkait kenapa serapan anggaran masih jongkok. Sebab dari data yang ada.

Contohnya per 15 Juni 2021, serapan anggaran belanja Pemkot Bitung baru mencapai 29.87 persen dari total pagu anggaran sebesar Rp 853.402.276.706.

“Padahal mengacu ke Perda APBD 2021, total pagu anggaran sebesar Rp853.402.276.706, namun dari informasi yang kami dapatkan per tanggal 15 Juni baru terserap atau terealisasi 29.87 persen,” kata Geraldi berapi-api.

Figur muda yang berani dan potensial ini mengatakan. Bahwa mengacu pada hasil evaluasi diatas, dari hasil audit kami bahwa ternyata baru sebesar Rp 254.902.397.717 yang mampu diserap atau dibelanjakan Pemkot Bitung, padahal sudah masuk dalam bulan keenam harusnya harus lebih penyerapanya.

“Untuk itu, kami berkesimpulan, dimana kendalanya sehingga Pemkot Bitung baru mampu menyerap anggaran sebesar 29.87 persen, Ini yang harus diseriusi dan menjadi perhatian bersama mengingat tinggal beberapa hari lagi kita sudah masuk dalam penyusunan APBD Perubahan,” jelasnya.

Untuk itu dengan sikap berdiri dan bersemangat, Geraldi mengatakan bahwa dengan adanya fenomena ini, atas nama fraksi, dirinya mendesak Pemkot Bitung agar semua program yang ditata, untuk menyerap anggaran segera direalisasikan. Jika tidak, pihaknya akan menyurat ke Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bitung untuk meminta penjelasan resmi rendahnya serapan anggaran.

“Kenapa kami desak, tujuannya tak lain agar program-program yang telah ditata di APBD bisa kelihatan dan dirasakan masyarakat dampaknya. Termasuk juga akan menggerakkan geliat perekonomian di Kota Bitung,” katanya.

Dirinya mengingatkan kepada pihak eksekutif agar dapat profesional dalam mengelola APBD yang notabene hal itu semuanya adalah uang dari rakyat.

“Makanya kami sebagai perwakilan rakyat tidak mau APBD ini, dalam tanda kutip disalahgunakan sebab tugas utama DPRD adalah pengawasan terhadap anggaran termasuk APBD demi menjadikan Bitung lebih hebat lagi,” ujar pemegang Filosofi Soekarno ini yang menuturkan bahwa “Untuk membangun negara yang demokratis, maka satu ekonomi yang merdeka harus dibangun”.(zet)

banner 300x250