Apakah Tim Helm Kuning PUPR Akan Berhenti Sampai 100 Hari Program Maurits-Hengky?

0
110

Kadis PUPR saat diwawancara, penjelasan Kabid Binamarga dan aksi tim Helm Kuning di lapangan

Bitung, Sulutreview.com- Sudah hampir 28 hari Tim Helm Kuning yang resmi Launching pada 31 Maret besutan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Bitung yang diinisiasi langsung Bidang Bina Marga telah bekerja non stop untuk memperbaiki jalan berlubang di Kota Bitung.

Tidak sedikit pujian dan juga kritikan membangun dan pedas menghujani kinerja Tim Helm Kuning yang digagas Kadis PUPR Bitung I.G.N Rudy Theno ST MT tersebut.

Meski banyak kritikan pedas yang menyerang, namun hal tersebut nampaknya menjadi bumbu penyedap untuk memacu adrenalin para Tim Helm Kuning dalam memperbaiki jalan berlubang dan gundukan tanah berpasir.

Buktinya, dalam rapat evaluasi akan kinerja Tim Helm Kuning yang dipimpin Kepala Bidang Bina Marga Ir Julius Sumanti di dalam kantornya di Dinas PUPR pada Senin (26/04/2021) bersama sejumlah wartawan yang diawali ibadah oleh Pdt. Altin Tumbol, S.Th. Terungkap bahwa tim helem kuning sudah menangani 19 titik yang diadukan masyarakat baik lewat medsos maupun aduan langsung ke kantor PUPR.

“Per tanggal 24 April 2021 sudah ada 19 titik jalan berlubang yang sudah ditangani helm kuning, yakni di kecamatan Matuari 9 titik, Girian 2 titik, Madidir 2 titik, Maesa 5 titik dan Aertembaga 1 titik,” jelas Sumanti.

Dibentuknya helm kuning ini, sebagi bentuk percepatan pelayanan, untuk merespon keluhan masyarakat. Terkait jalan berlubang dan gundukan tanah, lewat media sosial yang bekerja sama dengan group di Media Social (Medsos) yaitu Konsultasi Pelayanan Publik Pemkot Bitung (KP3B) atau pengeluhan langsung di dinas PUPR dengan skala kecil, “serta anggaran yang tidak terlalu besar. Jika keluhan warga skalanya besar, akan kami masukan di paket pekerjaan secara tender,” pungkasnya.

Kendati demikian, mantan PNS di Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Bitung ini, mengatakan bahwa untuk kewenangan, ada terbagi 3 yaitu jalan Nasional, jalan Provinsi dan Jalan Kota. Jadi jalan Nasional itu menjadi kewenangan dari Balai jalan Wilayah Suluttenggo, jalan provinsi kenenangannya dinas PUPR Provinsi dan jalan kota kewenangannya pemerintah kota Bitung.

“Jadi keluhan masyarakat untuk jalan, Nasional dan provinsi sudah kami tampung untuk dilaporkan ke balai jalan dan Dinas PUPR provinsi untuk ditindak lanjut,” ujar Sumanti.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Bitung I.G.N Rudy Theno ST MT saat ditemui sejumlah wartawan menjelaskan, bahwa helm kuning akan tetap berjalan terus, karena anggaran untuk helm kuning sudah dalam APBD.

“Jadi helm kuning akan terus ada ditengan-tengah masyarakat Bitung dan tidak akan berhenti di program 100 hari Maurits-Hengky sebab, dananya sudah disiapkan dalam APBD. Jika tidak cukup akan ditambah di anggaran perubahan. Melihat dari hasilnya, antusias masyarakat merespon positif akan kinerja helm kuning. Helm kuning tetap berjalan dalam rangka memberikan pelayanan publik terbaik kepada masyarakat,” jelasnya.(zet)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here