Bangun Hotel Berbintang di Likupang, PT. BMW Pacu Pariwisata Sulut

0
45

Manado, Sulutreview.com –
Dunia pariwisata Sulawesi Utara makin terdorong maju lewat kehadiran PT Bhineka Mancawisata (BMW) yang membangun hotel pantai di wilayah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Likupang, kabupaten Minahasa Utara.
Betapa tidak, investasi pariwisata bernilai triliunan rupiah itu akan “menyulap” Likupang yang terkebelakang menjadi kawasan terdepan, berjalan beriringan dengan program pemerintah yang menetapkan Likupang lima wilayah super prioritas pariwisata nasional.
Dikatakan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Atap (PMPTSP) Sulawesi Utara Frangky Manumpil di Manado, Selasa (06/04/2021), investasi PT Bhineka Mancawisata di bidang pariwisata mengukuhkan arah pembangunan pariwisata Sulawesi Utara tepat, on the track.
“Pemerintah seperti memiliki chemistry dengan PT Bhineka Mancawisata dalam pembangunan dan bisnis pariwisata Sulawesi Utara ke depan. Kita butuh investor seperti ini, kami berikan karpet merah membantu segala perizinan kepada mereka,” katanya.


Oleh karena itu Pemerintah Provinsi Sulut antusias membantu pembangunan hotel plus kawasan wisata pantai dan laut. Dikatakan Manumpil, pembangunan fisik hotel dan kawasan wisata di Likupang Barat telah memperindah Likupang dengan sejumlah pesona alam, laut dan pantai yang dimiliki.
“Pak Gubernur selalu mengingatkan kepada kami agar mencari dan membantu setiap investor ataupun investasi pariwisata, hanya dengan investasi daerah ini akan maju, ekonomi masyarakat akan bertambah seperti dialami Bali,” katanya.
Sementara Direksi PT Bhineka Mancawisata Teddy Darmanto dan Kepala Operasional cabang Manado Yuri Christian mengatakan, investasi pariwisata di Paputungan Likupang Barat berupa hotel bintang lima dan sejumlah destinasi lainnya. Di sekitar hotel akan dibangun wisata air, taman satwa, kebun buah dan taman bunga.
Selanjutnya akan dibangun pasar seni budaya dan kerajinan, permainan rekreasi edukatif, mangrove walk dan terutama atraksi kapal wisata bawah air yang akan menjelajahi taman laut Bunaken.
“Kami hadir di sini untuk memperindah dan melestarikan alam Likupang dengan pembangunan pariwisata. Tabu bagi kami merusak lingkungan. Alam di Likupang yang sudah ada kami lestarikan menjadi lebih indah. Ingat ini investasi pariwisata bukan investasi tambang. Pariwisata butuh keindahan alam,” kata Teddy.

Kehadiran hotel berbintang milik PT Bhineka Mancawisata di KEK Likupang bakal menjadi “booster” kemajuan pariwisata di Sulut.

RISING STAR
Tahun 2019, pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Pariwisata menganugerahi Sulawesi Utara sebagai The Rising Star pariwisata nasional dengan lonjakan kedatangan turis asing 600 persen dalam empat tahun belakangan. Apresiasi tersebut diikuti dengan menjadikan KEK Pariwisata Likupang sebagai lima destinasi super prioritas bersama empat destinasi lainnya, Borobudur (Jawa Tengah), Danau Toba (Sumatera Utara) , Mandalika (Nusa Tenggara Timur) dan Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur).
Selanjutnya Frangky Manumpil menyebut, laju investasi hotel dan prasarana pendukung parisiwata seperti listrik tahun 2020 mencapai Rp 5,2 triliun dari target Rp 3 triliun. Investasi itu didukung dengan suntikan dana pemerintah pusat Rp 1 triliun guna membenahi infrastruktur penunjang. Seperti pembangunan terminal baru bandara Sam Ratulangi dan jalan menuju ke lokasi KEK Likupang sepanjang 31,5 kilometer dari bandara Sam Ratulangi.
Untuk pembangunan terminal baru bandara Sam Ratulangi ditargetkan selesai tahun ini. Sehingga luas terminal yang semula 26.000 meter persegi bakal menjadi 56.000 meter persegi yang dilengkap dengan fasilitas terminal internasional. Nantinya bandara mampu menampung jumlah penumpang 6 juta pertahun dari yang sebelumnya hanya 2,5 juta orang pertahun.
Booming turis China sejak tahun 2017 hingga 2019 menjadikan paket-paket pariwisata selam dan atraksi wisata paralayang memberi keuntungan dan kemajuan bagi masyarakat lokal dan pengelola pariwisata. (art/***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here