Manado, Sulutreview.com – Penyebaran Covid-19 yang masih sulit dikendalikan telah memasuki usia setahun.
Kilas balik, kasus pandemi di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), saat itu dikejutkan oleh keberadaan satu kasus terkonfirmasi positif Covid-19. Yakni, kasus nomor 58 di Indonesia yang selanjutnya menjadi Kasus Nomor 1 di Sulut.
Keberadaan kasus ini kemudian menyebabkan perubahan drastis dalam kehidupan bermasyarakat dan aktivitas ekonomi serta pembangunan.
Saat itu mulai diterapkan protokol kesehatan di dalam kegiatan sosial. Bahkan kegiatan ekonomi ikut terdampak dan pembiayaan pembangunan di daerah pun kemudian harus di refocusing ke dalam kegiatan penanggulangan pandemi ini.
Berdasarkan informasi grafis refleksi satu tahun pandemi Covid-19 di Sulut, sebagaimana dijelaskan Juru Bicara Satgas Covid-19 Provinsi Sulut, dr Steaven Dandel MPH tercatat dalam dua poin penting, yakni dinamika epidemiologi setahun dalam bentuk pertambahan kasus harian positif.
Dalam grafik dapat dilihat bahwa ada dua gelombang besar kasus di Sulut yakni bulan Juli hingga Agustus 2020, yang kemudian melandai di bulan September dan Oktober.
“Terjadinya penurunan ini disebabkan karena protokol kesehatan sudah menjadi bagian dari gaya hidup bermasyarakat di Sulawesi Utara sehingga transmisi bisa ditekan. Tetapi kemudian mulai meningkat lagi dan mencapai puncak pada bulan Desember 2020 dan Januari 2021,” katanya dalam siaran pers, Minggu (14/3/2021).
Peningkatan ini dikontribusikan oleh tahapan Pilkada seperti halnya terjadi juga di seluruh Indonesia yang kemudian diikuti dengan masa liburan hari raya. Setelahnya sampai hari ini pelandaian telah terjadi.
Pelandaian ini sangat dipengaruhi oleh
menurunnya jumlah swab RT PCR yang diambil selama bulan Februari dan Maret 2021
Pelaksanaan Vaksinasi Covid 19 rupanya mempengaruhi performa testing dan
tracing, karena perhatian petugas tersita untuk membangun sistem vaksinasi di seluruh layanan kesehatan. Akan tetapi optimisme terkait pelandaian ini juga bisa erlihat pada Indikator epidemiologis, yang menunjukkan bahwa transmisi mulai terkendali. Indikator di maksud adalah Positivity Rate yang mulai tertekan dibawah 10%, sementara pada kondisi puncak di bulan Januari, Positivity Rate berada di kisaran 20%-30%. Angka keterisian Ruang Isolasi juga makin menurun dibawah 20%, padahal di bulan Desember hampir mencapai 65%.
“Ke depan nanti untuk memastikan bahwa pelandaian ini adalah sesuatu yang faktual, maka kegiatan surveilans dalam bentuk pemeriksaan Swab RT-PCR akan dipacu dan ditingkatkan di Kabupaten Kota beriringan dengan upaya untuk meningkatkan cakupan vaksinasi Covid-19,” sebut Dandel.
Upaya yang akan dilakukan selanjutnya, adalah membangun sistem pengendalian Covid-19 secara cepat dan tepat.
Pada infografis selanjutnya dapat dilihat upaya dari Pemerintah Provinsi Sulut dengan arahan dari pemerintah pusat dan sinergitas dengan pemerintah kabupaten/kota. Dalam jangka waktu 12 bulan telah banyak upaya yang telah dilaksanakan dalam mengendalikan pandemi ini. Pengorbanan material, tenaga dan pikiran oleh pihak pihak diluar Pemerintahan juga turut berkontribusi dalam pembangunan sistem pengendalian ini.
Tak kalah pentingnya, adalah proyeksi ke depan. Saat ini pandemi belum selesai. Beberapa negara di dunia, seperti Brazil, Italia, Hungaria dan bahkan India melaporkan adanya peningkatan kasus yang cukup signifikan, yang ditakuti akan menjadi gelombang ketiga pandemi, karena kehadiran beberapa varian baru virus dengan kemampuan tular tinggi.
Oleh karenanya kesiapsiagaan sistem pengendalian tetap dioptimalkan di samping upaya percepatan vaksinasi bagi masyarakat. Walaupun penurunan kasus cukup bermakna di Sulawesi Utara, tetapi kita belum bisa menanggalkan kebiasaan hidup baru dengan kepatuhan protokol kesehatan.
Oleh karenanya Satgas Covid-19 Pemerintah Provinsi Sulut tetap mengedepankan imbauan bagi masyarakat untuk patuh terhadap semua peraturan terkait protokol kesehatan pencegahan Covid 19.
Mengantisipasi juga hal di atas, maka Satgas Covid-19 telah melaksanakan pilot project pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat skala micro di Desa
Warembuangan Kecamatan Pineleng Kabupaten Minahasa. Pilot project ini
dimaksudkan sebagai wahana untuk menilai kelayakan PPKM di Sulut, bila memang perlu di perluas ke tempat lain, apabila terjadi lagi peningkatan kasus.
Pembelajaran dari proyek ini akan bermanfaat untuk mitigasi dan manajemen respons wabah di lokasi lainnya.
Selanjutnya kami update pertambahan kasus terkonfirmasi positif hari ini adalah 14 kasus. Dengan detail data epidemiologis Manado 0 kasus, Bitung 5 kasus, Tomohon 1 kasus, Minahasa 1 kasus, Minahasa Selatan 1 kasus, Minahasa Tenggara 0 kasus, Minahasa Utara 3 kasus, Kotamobagu 0 kasus, Bolmong 0 kasus, Bolmong Selatan 0 kasus, Bolmong Timur 1 kasus. Bolmong Utara 0 kasus dan Kepulauan Sitaro 0 kasus, Sangihe 0 kasus, Talaud 0 kasus dan luar wilayah 2 kasus.
“Kasus terkonfirmasi positif (+14) sehingga jumlahnya 15.196 orang. Kasus sembuh (+14), maka totalnya 12.186 orang. Kasus meninggal 516 orang dab kasus aktif 2.494 orang.(hilda)






