Mayjen TNI Santos, Orang Pertama Penerima Vaksin Covid-19 di Sulut

Proses vaksinasi dilakukan oleh dr David Kolibu, berlangsung lancar tanpa hambatan

Manado, Sulutreview. com – Setelah melewati skrining secara ketat, Panglima Kodam (Pangdam) XIII Merdeka Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Santos Matondang, yang dinyatakan sehat secara medis, menjadi orang pertama penerima vaksin Covid-19 di Sulawesi Utara (Sulut), Jumat (15/1/2021).

Mayjen Santos disuntik vaksin Covid-19 jenis Sinovac oleh dr David Kolibu di RS Lapangan Kitawaya bersama sejumlah pejabat publik Sulut lainnya.

Tahapan pemberian vaksinasi tak membutuhkan waktu yang lama, Mayjen Santos hanya melewati empat tahapan pemeriksaan, sampai kemudian dinyatakan memenuhi syarat.

Di meja 1, dilakukan pekdaftaran dan verifikasi sebagai calon penerima vaksin dengan menunjukkan e-ticket dan bukti identitas lainnya untuk dilakukan verifikasi.

Selanjutnya di meja 2, dilakukan format skrining, petugas kesehatan melakukan anamnesa dan pemeriksaan fisik sederhana untuk melihat kindisi kesehatan dan mengidentifikasi penyakit penyerta (komorbid). Karena calon penerima vaksin sehat, maka Mayjen Santos dapat menerima vaksinasi.

Mayjen Santos saat memberikan keterangan pers

Meja 3 vaksinasi, Mayjen Santos dapat diberikan vaksin Covid-19 secara aman.

Meja 4, pencatatan dan Observasi, petugas mencatat hasil pelayanan vaksinasi, penerima vaksin diobservasi selama 30 menit untuk memonitor kemungkinan KIPI, dan selanjutnya penerima vaksin memperoleh kartu vaksinasi.

Usai menerima vaksinasi, kepada wartawan Mayjen Santos mengaku tidak merasakan sesuatu apapun sakit di tubuhnya.

“Saat divaksinasi tidak sakit, bahkan saat diobservasi selama 30 menit tidak ada reaksi apapun. Untuk itu, kepada masyarakat Sulawesi Utara, jangan takut untuk divaksinasi. Karena aman dan halal,” ujarnya sembari menambahkan bahwa dirinya siap untuk dilakukan vaksinasi kedua kalinya pada 14 hari mendatang.

Kepada masyarakat Sulut, Padam Mayjen Santie mengimbau masyarakat untuk tidak percaya hoax atau berita bohong yang menyebutkan berbagai informasi yang menyesatkan.

“Saya sudah divaksinasi, ini sebagai upaya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” ungkapnya.(hilda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *