Dekranasda Minahasa Kembangkan Kerajinan Berbasis Budaya

0
80
Ketua Tim Penggerak PPK Kabupaten Minahasa Dra Fenny Ch M Roring-Lumanauw SIP saat membuka bimtek

Tondano, Sulutreview.com – Ketua Tim Penggerak PPK Kabupaten Minahasa Dra Fenny Ch M Roring-Lumanauw SIP, juga Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Minahasa, membuka pelaksanaan bimbingan teknis (Bimtek) Industri Kecil Menengah (IKM) Kerajinan Dekranasda Tahun 2020, di Art For Jesus (AFJ) Gallery Desa Kembuan Satu, Kecamatan Tondano Utara. Selasa (17/11/2020).

Fenny Lumanauw dalam sambutan saat membuka bimtek ini mengatakan, Dekranasda pada dasarnya adalah lembaga independen yang bermitra dengan Pemerintah Daerah, dalam membina dan mengembangkan kerajinan yang berbasis pada budaya bangsa dan daerah.

“Kita bertujuan menggali, mengembangkan dan melestarikan warisan budaya , serta membina penemuan dan penggunaan teknologi baru untuk meningkatkan kualitas dalam rangka memperkokoh jati diri dan budaya masyarakat Minahasa,” tukasnya.

Selain itu, dengan kegiatan seperti ini, kita menanamkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya seni kerajinan bagi kehidupan sehar-hari masyarakat, yang meningkatkan martabat masyarakat Minahasa.

“Kita membantu Pemkab Minahasa merumuskan kebijaksanaan di bidang industri kerajinan dan peningkatan SDM, memperluas pangsa pasar hasil kerajinan, dengan mengikuti pameran dalam rangka perluasan pasar didalam dan luar negeri,” ujarnya.

Bintek hari ini, kata Lumanauw, merupakan bagian penting untuk mencapai tujuan yang diharapkan bersama. Menurutnya, kegiatan ini harus menjadi kegiatan yang berdampak besar bagi pengrajin untuk meningkatkan kreatifitas, inovasi dan kualitas produk kerajinan.

“Untuk itu, harapan kami bimtek ini dapat diikuti dengan serius oleh pengrajin, sehingga menghasilkan produk kerajinan dan souvernir yang menjadi ciri khas daerah Minahasa dan bisa bersaing di tingkat lokal, nasional, pasar bebas Asean dan pasar global,” harapnya.

Dirinya kemudian menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Minahasa dibawah kepemimpinan Bupati Minahasa Dr Ir Royke Octavian Roring MSi dan Wakil Bupati Robby Dondokambey SSi melalui Dinas Perdagangan Kabupaten Minahasa, sehingga acara ini boleh terlaksana.

Adapun sebagai Instruktur Kerajinan Tangan yakni Steny Kuron, selaku pemilik AFJ Gallery. Dia mengatakan, Minahasa kekurangan pengrajin kerajinan tangan, sehingga sebetulnya sumber penghasilan yang bisa sangat menjanjikan dari sektor ini tak terolah dengan baik. Padahal menurutnya, banyak bahan baku disekitar kita yang bisa bermanfaat menghasilkan bagi ekonomi keluarga.

Kuron kemudian mencontohkan bagaimana cara membuat kerajinan dari berbagai bahan baku disekitar seperti Sabuk Kelapa, yang dibuat menjadi berbagai macam kerajinan, salah satunya jenis hewan Tarsius. Ada juga dari bahan tempurung dan kayu kelapa.

“Jenis kerajinan ini kerap dijadikan sovenir oleh Pemerintah Provinsi Sulut, dan ini bisa dihargai Rp 150.000 hingga Rp 200.000,” kata Steny.(engel)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here