Buktikan Kinerja, Olly-Steven Bakal Bangun Sulut Lebih Hebat

0
187
Olly-Steven tunjukkan kualitas saat debat publik

Manado, Sulutreview.com – Bukti dan kerja nyata pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Olly Dondokambey-Steven Kandouw sudah terbukti dan teruji dalam lima tahun kepemimpinan.

Olly tak mengandalkan atau pun mengobral janji. Karena kekuatan yang diandalkan adalah kerja, kerja dan kerja sehingga menjadikan rakyat Sulut sejahtera dan maju pesat dalam pembangunan.

Berbagai keberhasilan dan capaian selama lima tahun telah diungkap dalam sesi debat publik kedua yang dihelat Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Hotel Mercure Tateli, Rabu (11/11/2020).

Dalam debat, Olly-Steven mengungkap data Badan Pusat Statistik (BPS) yang telah dicapai Sulut di bawah kepemimpinan mereka, mengalami peningkatan secara ekonomi. Yakni pertumbuhan ekonomi Sulut terkerek hingga 5-6 persen per tahun dan berada di atas rata-rata nasional .

Berikut pencapaian investasi Sulut sebesar Rp14 triliun (2019), dan inflasi berhasil dikendalikan di bawah 4 persen, sehingga Sulut mendapat penghargaan TPID terbaik di wilayah Sulawesi.

Variabel lainnya seperti PDRB juga naik Rp130 triliun lebih, serta pengangguran turun 7,37% dari 9,03 persen (2015) dan kemiskinan turun 7 persen dari 8,65 persen.

“Data-data ini kami ambil dari BPS yang dipublish setiap triwulan, bukan data dari kami. Ini data sangat akurat,” kata calon gubernur nomor 3, Olly Dondokambey.

Tiga pasangan calon pada sesi debat publik kedua

Dalam penyampaian visi misi, Olly-Steven menargetkan untuk lebih hebat lagi mensejahterakan masyarakat. Bahkan akan melakukan lompatan dan membangun Sulut lebih maju.

“Berbagai capaian dan keberhasilan telah kami lakukan selama memimpin Sulut. Apabila rakyat mempercayakan dan memilih kami, maka kami akan bekerja membangun Sulut lebih hebat lagi,” tukasnya.

Diketahui, pada debat publik tahap II yang mengusung topik kesejahteraan masyarakat, pendidikan dan penanggulangan kemiskinnan. Di dalamnya menyangkut topik bahasan ekonomi, industri, pendidikan,  perdagangan dan teknologi, UMKM dan koperasi, gender, disabilitas dan anak.

Dalam debat yang dipandu Debby Wulur dari TVRI, pasangan petahana Olly-Steven memperlihatkan keunggulannya. Hal itu terlihat dari sejumlah pertanyaan yang dilontarkan paslon nomor 3 untuk paslon nomor 1 (CEP-SSL) dan Paslon 2 (VAP-HR) untuk menjawab.

Seperti halnya di segmen 3 (tanya jawab), ketika Olly-Steven menanyakan bagaimana menurunkan gini rasio, di mana Steven mengungkap data yang menyebutkan gini ratio se-Sulut, Kabupaten Minsel dan Minut merupakan daerah yang paling tinggi.

“Bagaimana upaya atau road-map anda dalam menangani gini ratio ini,” tanya Steven kepada kedua paslon.

Christiany Eugenia Paruntu (CEP) yang mendapat giliran pertama menjawab, lebih menyentil pada bagaimana mensejahterakan petani dan nelayan dan menyebut soal kestabilan harga komoditi unggulan berbasis kearifan lokal. Dengan demikian keluar dari konteks pertanyaan.

Selain itu, CEP juga menyinggung rencana pihaknya untuk memberikan anggaran dana desa di 15 kabupaten/kota senilai Rp200 juta per desa. Menurutnya membangun Sulut dari desa, akan menekan angka gini ratio.

Sementara itu, Vonnie Anneke Panambunan (VAP) yang juga mendapat pertanyaan yang sama, justru jauh keluar konteks. Dia mengatakan akan menyiapkan pembuatan pabrik-pabrik dan melakukan ekspor. Jawaban VAP kemudian di tambahkan calob wagub, Hendry Runtuwene yang mengakui kegagalan dalam menurunkan gini ratio, adalah kegagalan pemerintah yang harus diperbaiki.

Menanggapi jawaban kedua paslon, ODSK diwakili Steven Kandouw yang diberikan kesempatan menyatakan bahwa cagub nomor 2 tidak mengerti dengan pertanyaan menyangkut gini ratio.

“Minta maaf calon nomor 2, dari apa yang ibu sampaikan (diarahkan pada calon 1 dan 2), saya berkesimpulan, sekali lagi minta maaf, (ibu) belum tahu persis apa terminologi gini ratio,” tukasnya.

Steven juga menambahkan, upaya kedua calon gubernur terkesan tidak ada ikhtiar untuk menurunkan gini ratio.

Sedangkan pada segmen keempat, ketika Olly-Steven kembali diberi kesempatan bertanya, lagi-lagi jawaban paslon 1 dan 2 kurang memuaskan. Pertanyaan itu terkait upaya dan kiat paslon jika menjadi gubernur dan wagub, untuk menaikkan Produk Domestik Regional Bruto.(PDRB).

Pasalnya PDRB adalah salah satu variabel yang sangat signifikan untuk menggambarkan tingkat kesejahteraan suatu daerah.

Atas jawaban paslon 1 dan 2, direspons cagub nomor 3 Olly Dondokambey dengan singkat namun menohok.

“Saya kira kita paham dulu PDRB ini apa? Ini bukan (bicara) PAD. PDRB itu Produk Domestik Regional Bruto,” kata Olly menimpali pasangan nomor 2.

Calon wakil (nomor urut 2) sedikit menambahkan, tetapi substansi utamanya tidak jelas juga.

“Bagaimana mau susun makro ekonomi suatu daerah, namun substansi PDRB nda tahu apa,” tukas Olly .

Penampilan pasangan calon petahana Olly-Steven, sejak debat pertama dan kedua ini, terlihat sangat menguasai materi debat. Apalagi dalam berbagai topik yang ditanyakan. Olly-Steven selaku petahana sudah melakukan berbagai kebijakan dan konsep yang ditanyakan. Berbeda halnya dengan dua pasangan calon lainnya, yang berbicara menyangkut konsep yang baru akan mereka lakukan jika terpilih nanti.(hil)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here